Mau Apa Lagi
anak panah hilang ditelan kelam
lambat bergerak tunggui hari
keluar air dari tanah merah
akui bumi yang lemas terkulai
sajak pedih lukai hati
seberapa pun aku tak sanggup
beban punah diganti duri
nyeri sapa pada siapa saja
tunggui hari tunggui waktu
tak berkesudahan, mau apa lagi?
Bandung, 7 Mei 1995

