Di Jalanan
di jalan kau tertidur lelah
di sampingku kau terlelap
kenapa selalu kau ceritakan suka duka kenangan dan bahagia
padahal kau dulu rajin menjemputku di beranda luar
di sampingku kau ceritakan tentang dirimu, diriku dan dia
kenapa selalu saja dengan tembang yang sama
padahal kita bisa duduk berdua di taman yang temaram
mendendangkan lagu riang penanda kegelisahan yang hilang
di bahuku kau tertunduk lemas akan tingkahmu sendiri
bukankah layar perahu tak akan pernah lepas dari kaitnya
sementara nelayan yang pulang pergi mencari muatan
penuh dengan perhitungan aljabar yang mendalam
di jalanan dan di sampingmu aku merindu
pernahkah terlintas olehmu
sebuah bulan madu seperti kebanyakan pengantin yang genit?
padahal kita bisa melumut satu di muara*
September 1999
* dari sajak Toto ST Radik

