aku membayangkan sebuah pertemuan yang asyik

berisi kau dan aku

duduk berhadap-hadapan kita

meniup lilin pertambahan

dan bertepuk menjawil bangir hidungmu

kau rebah di talam-talam kuningan

meneguk piala kasih

mengecap cicipan dengan sebegitu lezat

lalu tertidur bertumpuk salad dan air mineral

memesan se-mug kopi susu sebagai penghangatan

kerudungmu terkibar-kibat mesin pemutar angin

sebuah elusan kau rajukkan padaku

kau melenguh!

kemudian tersentak dan terpana

: siapa yang bertanggungjawab akan bill sore itu?

aku membayangkan sebuah pertemuan yang asyik

di kafe sore hari

 

September 1999