Mas Kawin
sebuah mas kawin tunai dihaturkan sebagai peduli
aku membayangkan persembahan sajak pada dirimu yang ayu
atau kau menginginkan bentuk buah sastra lainnya?
aku menyanggupinya dan mengumpulkan
huruf demi huruf, kata demi kata, kalimat demi kalimat
hingga terangkai sudah kesepakatan panggung pertunangan ini
tunai dan lunas di sore hari
menyeruput kopi kental di malam hari
dan terengah-engah di padang terik buta
namun itulah esensi hidup
sebagai menghormatan seorang manusia
bukan karena nikmat atau sengsara
tapi akan satu hal: kehormatan hakekat manusia
aku persembahkan sajak ini buat mas kawin
di panggung akad nikah nanti
dan kau akan membacanya di setiap hari
hingga anak cucu kita mencatatnya dalam sejarah
September 1999


iya, ku baca di setiap hari kok …. :”>