Bila Malam Marah Pada Malam
Oleh Daniel Mahendra
MALAM ITU suasana di desa Kacek nampak sunyi. Tidak ada seorang manusia pun yang melintas di jalanan. Udara dingin, sepi, lagi mencekam. Barangkali orang-orang lebih memilih mendengkur di atas ambin atau bercengkrama bersama keluarga, ketimbang nongkrong di warung atau pos ronda. Malam betul-betul terasa hening serta, tentu: mencurigakan.
Desa Kacek terletak di pesisir pantai selatan di sebuah kecamatan P., di Kabupaten J. Hampir seluruh penduduknya menggantungkan hidup dari laut: jadi nelayan, pembuat terasi, pemilik lokalisasi “legal”, atau pelacur. Hanya pendatang yang menempati posisi seperti guru, polisi hutan, mantri, atau pegawai kelurahan. Continue Reading »

