Pisah
sebagaimana telah kau maui
kita akhiri cerita tiga tahunan
tidak ada isakan sangat yang mengesalkan
untuk buai dirimu seperti lalu-lalu
cukup air mata cukuplah sudah
tak terasa bedanya
kau sakitiku sakiti kau,
tidak pernah ada yang salah
jalan baik merubah keadaan
kucoba berombak ruah
telah ribuan hari seharusnya terlewatkan
kau milikku milik kau
juga tiada ada bedanya
kau menangku menang telah
tidak juga ada yang kalah
sesali aku tak cepat kau kuajak berdayung
melendiri laut lewat janji
sesali aku tak cepat kau kuajak pergi
kemana dimana kita bahagia
seharusnya kau milikku, juga nikahimu
biar semuanya terjadi
seperti yang selalu kita khayali
toh tak merubah keadaan
jalan baik mungkin, tak sudah sampai
tambatkan perahumu sewaktu-waktu
pelabuhanku ada di mana-mana
penati muatan tumpuki cinta tumpah ruah
karena aku tetap cintaimu
masih mengharapkan melumut kita jadi satu
di mulut muara tetap bedua
janjilah padaku!
Bandung, 17 Oktober 1995 | 02.00 wib

