Penulis Itu Belum Mati
Oleh Daniel Mahendra, M. Isa gautama, Rana Akbari Fitriawan
Dia masih terpekur di depan layar komputer. Kesepuluh jarinya masih kaku di atas tuts keyboard. Memang, sudah tiga puluh menit berlalu, dan dia belum lagi melakukan apa-apa. Belum lagi menulis apa-apa. Tapi dia belum mati! Dia masih menunggu huruf pertama mendarat di tuts dan meloncat di layar komputer.
Sebenarnya ada banyak hal yang ingin ia ungkapkan melalui kata-kata. Begitu berjubelnya, hinga sulit baginya untuk sekadar menetapkan skala prioritas: peristiwa apa yang paling mendesak otaknya untuk dipindahkan ke layar monitor; menjadi kata demi kata, menjadi kalimat demi kalimat, puluhan paragraf serta judul demi judul cerita. Padahal hampir kesemuanya telahlah berhasil menguras energinya, terutama energi jiwa dan nuraninya. Menyita hampir seluruh degup detik-detik hidupnya. Continue Reading »

