Sawah di Tengah Kota
burung-burung mulai enggan dan terbang tanpa tujuan
di kota ini orang mulai tak ramah dengan asal-usul
si burung dulunya segerombolan manusia juga
yang mulai tersisih dari peradaban dunia
tapi kini ia memilih menjadi burung ketimbang dituduh gila
jalanan marah, klakson mobil marah,
gedung-gedung melotot sombong
dan alam menunjukkan gelagat murka
para pangeran melirik iri melihat sawah di tengah kota
yang harganya cukup ditukar dengan petuah usang
lagi-lagi dengan cara menaikan upeti
agar si pemilik sawah tak kuat membayar janji
para tani menjual sawahnya dengan segenggam jagung
dan pergi berkelana sebagai burung
Bandung, 18 Januari 2002

