Selingkuh Tak Selamanya Perlu Indah
hidup kita sudah terdiri dari SMS, meja kafe, bangku bioskop, dan kecup perpisahan
mengapa meski kau kunyah penggalan-penggalan tak berkesudahan ini
bila episode kali ini hanya lari sebagai kenangan dan bahan cerita
di kemudian hari
tak perlulah kita bayangkan
seprei yang bergelombang atau kusutnya rambut
karena kita toh tak pernah membutuhkan itu
hari-hari kita sendiri sudah pepak terisi
oleh cinta orang kebanyakan yang toh tetap tak berkesudahan
nyatanya kita termasuk pada golongan orang
yang tak mudah menyerah pada keadaan
kita membuka sepetak ruang di relung hati kita
yang kita sendiri enggan mengisinya
kita membuka ladang baru
meski kita tak pernah menanam benih ke dalamnya
kita menggemburi tanah
tanpa kita berharap tumbuh tunas di atasnya
barangkali memang benar bahwa tak ada janji di antara kita
bahkan mungkin tak ada kosakata cinta dalam cumbuan kita
tapi kita tau, di malam-malam yang kerap menebarkan aroma menggigil itu
sukma-sukma kita berpendaran, mencari tempat,
mengelana dalam dunia-dunia tanpa alamat surat
dan ketika kau musti berdandan bagi suamimu
maka aku pun mengantar pacarku nonton pasar malam
tapi sukmamu dan sukmaku terbang menjadi satu
mengelana dalam dunia-dunia tanpa alamat surat
Bandung, 21 Nopember 2002 | 12:15

