Archive for April, 2003

Perempuan Itu Sublim

Cerpen Daniel Mahendra

Dulu Sinah tak begitu berhasrat untuk berkasih-kasih dengan seorang lelaki. Kedekatannya dengan lelaki tak lebih dari sebuah hubungan pertemanan belaka. Baginya, hubungan yang disertai dengan barbagai keinginan selalu menyusulkan sebuah harapan yang tak jelas bentuknya.

Ia memang perempuan yang tak mau bergantung pada siapapun. Tetapi, sebagai seorang perempuan, impian untuk dicintai oleh lelaki selalu terlintas-lintas dalam benaknya. Seperti halnya lelaki yang selalu mendambakan kehadiran seorang perempuan. Tapi, entah siapa lelaki itu, Sinah belum lagi tau. Dan ia termasuk perempuan yang sangat percaya dengan konsep pernikahan: sex after married. Continue Reading »

Sang Penyair Sekedar

Cerpen Daniel Mahedra

“Turun kau dari mimbar!!!” sambar Tarmiji lantang. “Turun kataku!!!” teriaknya dari tengah-tengah kerumunan penonton.

Sontak si Lelaki Penyair menghentikan sajaknya. Terbata-bata: siapa orang yang dengan kurang ajar menyentaknya seperti itu.

“Kau! Kau tak pantas membaca sajak di tempat ini, Bung!! Kau lebih pantas ngamen rock ‘n roll di emperan kota Belanda sana! Pergi Kau!!” Continue Reading »

Festival Sastra “Independent”

Pikiran Rakyat, Minggu, 06 April 2003

Oleh Eriyandi Budiman

JIKA sedang teringat masalah pencerahan, saya sering teringat Dr. Ali Syariati. Saya masih mengingat kata-katanya dalam pengantar “The Enlightened and Islam Renaisance”, yang diterjemahkan dangan “Membangun Masa Depan Islam” oleh Rahmani Astuti dan diterbitkan Mizan. Beliau mengatakan, “Dengan semangat pemberi kehidupan dan kreatif Islam, saya merujuk kepada semangat yang menyulut dalam jangka waktu pendek, suatu revolusi, suatu kebudayaan, sebuah sejarah, dan seorang manusia yang dinamis dan sadar, di tengah-tengah kebokbrokan, kebodohan, keterpecahbelahan, kelemahan, penyerahan, kemiskinan, kesengsaraan, diskriminasi, kefanatikan, ketakhayulan, dan barbarisme.

Continue Reading »