Cerpen Daniel Mahendra

Siang hari, di suatu kelas saat pelajaran Kebangsaan:

“Jadi, ingat ya, kalian musti tau bedanya demokrasi dan tidak demokrasi!” ujar pak Firman sang guru Kebangsaan.

“Maaf, Pak,” potong Ira dari bangku tengah, “tapi tidak seperti itu yang saya baca tentang demokrasi pada Revolusi Perancis!”

“Apa maksud kamu?” seru pak Firman terkesiap.

“Rasanya di negeri ini kita masih belajar apa itu arti demokrasi. Belum memasuki alam demokrasi itu sendiri. Saya melihatnya masih totaliter, Pak!” tambah Ira tanpa sungkan. Continue Reading »