Archive for July, 2005

Bojonggede, 12 Juli 2005, 2

“Tidur di sini Daniel…” ujar mbak Titi. Dalam hati aku bersorak. Berarti aku ada tempat menginap malam ini! Sejak dini hari tadi aku tiba pukul setengah satu pagi di terminal Depok. Pagi-pagi benar sudah bersiap ke stasiun UI untuk naik kereta listrik menuju Bojonggede.

Rumah ini besar, di punggung bukit, dengan halaman luas serta pekarangan hampir satu hektar. Disiram matahari dari pagi-siang-dan sore. Kalau siang hari pekarangan memang terasa menyengat. Tapi di teras muka justru begitu adem dan nyaman.

Continue Reading »

Bojonggede, 12 Juli 2005, 1

Aku berjalan perlahan menaiki teras rumah bertingkat “enam” itu. Pintu ruang tamu terbuka menganga. Sepi. Kulihat mbak Titi sedang bicara di telpon di ruang makan dalam. Iya tersenyum menyuruh masuk. Aku hanya mengangguk.

Pintu gerbang besar rumah nomor 9 itu kubuka pelan. Halaman luas terpampang di depan mata. Di sisi kanan terhampar kolam renang dalam beberapa ukuran. Di pinggirnya dilengkapi dengan berbagai mainan anak. Persis taman kanak-kanak saja. Di sisi kiri suara gemericik air menambah segar atmosfir suasana. Continue Reading »

13

Cerpen Daniel Mahendra dan Rella Mart

“Boleh aku menciummu?”

“Bukankah itu sering?”

“Bukan di pipi atau kening seperti biasanya.”

“Lalu?”

“Aku ingin mengecup bibirmu!” Continue Reading »