Sri Setyoningati
Syahdan, tersebutlah seorang perempuan bernama Sri Setyoningati. Usianya 16 tahun. Sederhana, baik hati, juga rupawan. Ia mempunyai seorang kekasih bernama Kembara. Pemberani, suka menolong, dan tampan (seperti dalam cerita-cerita picisan, tokoh pemeran utama memang selalu ideal dan sempurna!).
Keduanya berkasih-kasihan dan berjanji ingin sehidup semati hingga maut memisahkan mereka. Hingga pada suatu hari, karena sang kekasih memiliki nama “Kembara” maka dikutuklah ia untuk selalu mengambara. Sang kekasih pun pergi untuk mengembara. Menjelajahi negeri-negeri jauh untuk dikembarai.
Sri Setyoningati yang menyadari kekasihnya yang bernama Kembara memang harus mengembara, berjanji ia pada diri sendiri untuk setia menunggu Kembara datang hingga kapan pun jua. Adalah Sri Setyoningati yang menyadari bahwa namanya, seperti halnya Kembara, merupakan kutukan agar ia memang musti setia menunggu Kembara hingga datang kembali (dalam bahasa Jawa nama Sri Setyoningati dapat diartikan: sri setia di hati).

