Archive for January, 2007

Sri Setyoningati

Syahdan, tersebutlah seorang perempuan bernama Sri Setyoningati. Usianya 16 tahun. Sederhana, baik hati, juga rupawan. Ia mempunyai seorang kekasih bernama Kembara. Pemberani, suka menolong, dan tampan (seperti dalam cerita-cerita picisan, tokoh pemeran utama memang selalu ideal dan sempurna!).

 

Keduanya berkasih-kasihan dan berjanji ingin sehidup semati hingga maut memisahkan mereka. Hingga pada suatu hari, karena sang kekasih memiliki nama “Kembara” maka dikutuklah ia untuk selalu mengambara. Sang kekasih pun pergi untuk mengembara. Menjelajahi negeri-negeri jauh untuk dikembarai. 

Sri Setyoningati yang menyadari kekasihnya yang bernama Kembara memang harus mengembara, berjanji ia pada diri sendiri untuk setia menunggu Kembara datang hingga kapan pun jua. Adalah Sri Setyoningati yang menyadari bahwa namanya, seperti halnya Kembara, merupakan kutukan agar ia memang musti setia menunggu Kembara hingga datang kembali (dalam bahasa Jawa nama Sri Setyoningati dapat diartikan: sri setia di hati).

Continue Reading »

What’s Wrong With Jomblo?

Suatu hari seorang kawan tiba-tiba SMS: ada lagu menarik dari soundtrack Serial TV Jomblo: Sendiri Itu Indah, tulisnya. Serta merta SMS itu kubalas: masih lebih indah mendengarkan soundtrack film Heart: Berdua Lebih Baik, tulisku. Aku sendiri belum pernah mendengarkan lagu Sendiri Itu Indah yang dia maksud.

Sejak SMS kawanku itu, tanpa sengaja di Minggu malam tepat pukul 19, aku pun mendapati serial TV yang dimaksud. Dan aku pun melihatnya.

Continue Reading »

Diskusi Sampai Mati

Kapan terakhir kali berdiskusi? Satu jam lalu? Satu hari lalu? Satu minggu lalu? Satu bulan lalu? Satu tahun lalu? Atau sudah tak ingat lagi?

Pernahkah membayangkan jika kita terus-menerus berdiskusi? Mengapa musti berdiskusi? Dan apa yang bakal kita dapatkan dari diskusi?

Dahulu tamu-tamu Partai Komunis Vietnam yang tinggal di Vietnam kerja utamanya tak lain justru berdiskusi. Hidup mereka memang dijamin oleh Partai. Dari mulai tempat tinggal (di hotel Partai, kalau beruntung mendapatkan rumah Partai), makan, plesiran sampai uang saku alakadarnya. Namun dari pagi hingga malam hanya berdiskusi belaka yang mereka dikerjakan. Dari mulai politik, sosial, kepartaian, ideologi, maupun keadaan negara. Tak terbayangkan! Continue Reading »

Negeri Suka-Suka, Negeri Kita-kita

Awal Januari lalu aku kena tilang. Menurutnya: aku melanggar marka jalan di sebuah traffic light di kota Bandung. SIM-ku diminta. Tanpa basa-basi ia membawa SIM-ku ke sebuah pos penjagaan satpam di pinggir jalan. Aku dibiarkannya ternganga di tengah jalan. Lalu aku tersenyum. Dalam hati aku membatin: “Okey… I follow your game, Sir!

Dengan gagah tanpa menoleh kanan-kiri, dan merasa tau betul bahwa kemenangan ada di pihaknya, dia masuk ke pos penjagaan satpam sebuah rumah makan besar. Tak ada yang menyuruhku menepi. Aku pun menepi. Memasuki permainannya. 

Continue Reading »

The Power of Fitnah

Adakah orang yang pernah lepas dari fitnah? Atau adakah orang yang tak pernah dibicarakan keburukannya? Rasanya hampir semua orang memiliki sisi buruk dalam hidupnya. Sulit membayangkan ada orang yang tak memiliki sisi buruk samasekali. Tetapi bila keburukan itu sengaja diciptakan, apa jadinya?

Siapa orang yang tak pernah difitnah? Rata-rata, hampir semua orang besar pernah mengalami apa itu difitnah. Rasul Muhammad yang begitu besar pengaruhnya sebagai sesama penurun agama monotheis pun pernah difitnah. Begitu pun Al Masih. Sepanjang ribuan tahun kalimat fitnah lebih kejam daripada pembunuhan barangkali masih lagi tepat didengungkan.

Continue Reading »

What About The Earth

 

tidakkah kau dengar suara yang memekakkan telinga ini

adakah kau dengar bumi sedang menangis lewat kemarahannya

semesta darat-laut-udara

sementara kita masih bisa tertawa di gemerlap hari

betapa arogannya kita

 

Rabu, 17 Januari 2007, 12.40 wib

-sehabis menyaksikan berita siang di tv screen-

 

what about children dying?

can’t you hear them cry?

did you ever stop to notice

all the blood we’ve shed before

the crying earth the weeping shores

Serendipity* or Kekuatan Pikiran?

Setiap orang sudah pasti pernah mengalami suatu peristiwa kebetulan. Namun pernahkah Anda mengalami kebetulan demi kebetulan secara beruntun? Berulang-ulang? dan terus-menerus? Kalau pernah, apa yang Anda lakukan?

Sejak mengalami peristiwa kebetulan yang beruntun, berulang, dan terus-menerus, aku mulai tidak percaya dengan apa yang disebut ketidaksengajaan. Sejak itu setiap peristiwa dengan konstruksi sama selalu kupetakan. Akhirnya aku sampai pada titik di mana sebuah kebetulan bukanlah peristitwa ketidaksengajaan. Continue Reading »

Next Page »