Archive for January, 2007

Serendipity* or Kekuatan Pikiran?

Setiap orang sudah pasti pernah mengalami suatu peristiwa kebetulan. Namun pernahkah Anda mengalami kebetulan demi kebetulan secara beruntun? Berulang-ulang? dan terus-menerus? Kalau pernah, apa yang Anda lakukan?

Sejak mengalami peristiwa kebetulan yang beruntun, berulang, dan terus-menerus, aku mulai tidak percaya dengan apa yang disebut ketidaksengajaan. Sejak itu setiap peristiwa dengan konstruksi sama selalu kupetakan. Akhirnya aku sampai pada titik di mana sebuah kebetulan bukanlah peristitwa ketidaksengajaan. Continue Reading »

(Merangkaki Malam)

 

merangkaki malam yang dipeluk unggun kebersamaan

tumpah ruah kelakar seperti yang dibayangkan

mereka tetap di sana

memeluk sukacita tanpa diminta

mengapa kau tempuh berkilo nestapa

jika kebahagiaan bisa dicipta

kemana saja selama ini…

 

Ciburial-utara Bandung | Minggu, 14 Januari 2007 | 00.39 wib

Humble

Nyatanya hari-hari belakangan ini aku begitu dekat dengannya. Perkenalan ini tidak terencanakan samasekali. Terjadi begitu saja. Memang, di paruh terakhir tahun 2006 aku merasa akan kenal dan dekat dengan seseorang. Entah siapa, tapi rasanya aku merasakan akan ada beberapa orang baru yang masuk dalam kehidupanku. Sinyal itu begitu kuat dan besar. Namun aku tak merencanakan. Kubiarkan alami saja. Kutunggu saja. Pasti akan sampai juga jika kita percaya dengan kekuatan pikiran dan hati kita. Data ini kupercaya. Namun energinya kusimpan.

Hingga datanglah saat itu. Saat yang tak pernah terkira. Maka berkenalanlah aku dengannya. Orangnya mungil saja. Meski tak dapat dikatakan pendek. Resam tubuhnya sedang, tapi menarik. Tidak kurus juga tidak gemuk. Untuk orang seusianya, ia cukup sehat. Continue Reading »

Karena Kerja Adalah Cinta Yang Mengejawantah

 

bayang-bayang sore jatuh di wajahnya yang manis namun berdebu karena angin menyeberangkan serpihan arang bekas bakaran jagung yang dipetik suaminya di ladang yang tak jauh dari rumahnya di kampung yang teduh itu meski jauh dari keramaian namun membuat kerasan anak-anak mereka yang sejak kecil telah mereka ajari apa itu arti bekerja dan berjuang serta menikmati hasil dari keringat sendiri yang bukan dari tetesan orang lain yang tak punya persangkutan apa-apa selain kesenangan semata dan tak heranlah jika mereka pun tak mau menggunakan orang selain diri mereka sendiri untuk mendirikan warung kebanggaan mereka ini apalagi musti memanfaatkan orang lain untuk memerlarisnya karena mereka merasa pantang melakukan itu serta percaya betul bahwa tak ada yang jatuh dari langit bukan juga dengan mengemis senyum tersungging melainkan usaha dan doa dan itulah mengapa meski miskin mereka sungguh tau apa arti serta makna dari kebahagiaan yang jelas tergambar dari senyum mereka ketika bayang-bayang sore jatuh di wajahnya yang manis…

 

Senin, 8 Januari 2007, 03.00 wib

Kemana Angin Berhembus

(Who Would You Like To Be?)

Ketika setiap pagi F.B. membaca puisi di tugu gerbang kampus, ia pun menaiki tugu gerbang itu dan mencoba membaca puisi. Bedanya, tak ada orang yang memandangnya atau menyemangati seperti ketika F.B. berdiri di sana. Bahkan orang-orang menyuruhnya turun.

Ketika D.L. menerbitkan novel untuk kali pertama, ia pun sibuk merawi novel. Menurutnya, berhari-hari ia mendekam dalam kamar, membongkari buku-buku fisika yang akan dijadikan materi novelnya.

Continue Reading »

(Ternyata Tak Sunyi Bahkan Tak Sepi)

 

sebatang jagung bakar, berbatang rokok, dan segelas kopi

ngelangut sendiri di sore hari

ternyata tak sunyi bahkan tak sepi

nyatanya kebahagiaan abadi berasal dari dalam diri kita sendiri

 

Ciwidey, Selatan Bandung - Minggu, 7 Januari 2007, 18.00 wib

« Previous PageNext Page »