Archive for March, 2007

R.I.P.

dm-01.jpg

Pernahkah menginginkan sakit? Duh! Pertanyaan yang aneh! Tapi hal ini memang baru saja kualami. Di bulan Maret 2007 ini tiba-tiba aku merasa ingin sekali jatuh sakit. Betapa rindu aku pada sakit. Karena sakit, selain sebagai sarana penghapus dosa, dengan sakit aku betul-betul ingin merasakan istirahat di tempat tidur sepanjang hari selama mungkin. Itulah alasan terbesarku kenapa tiba-tiba ingin merasa sakit.

Lama sekali aku tak sakit. Entah kapan terakhir aku sakit. Tak ingat. Tapi rasanya betul ingin istirahat total di tempat tidur tanpa memikirkan banyak hal. Istirahat yang absolut. Rasanya kita egois sekali kalau melulu mengharapkan sehat. Semua orang pasti ingin selalu sehat. Sepanjang waktu kalau memungkinkan. Nah, tak ada salahnya kan kalau kita mengurangi sedikit kadar ego kita dengan mengharapkan jatuh sakit. Itulah kenapa, ketika Rabu malam (21/03) aku mulai merasakan gejala demam, rasanya bukan main girangnya. Itu menandakan besoknya pasti aku sakit. Betapa senangnya… Continue Reading »

The Epitaph Trilogy

 

“Kematian Diaz Barlean Dituangkan dalam Novel Epitaph”

 

25/03/2007

 

Erna Mardiana - detikcom

 

Kematian Diaz Barlean memang sudah 13 tahun yang lalu. Meski menyisakan banyak tanya di benak keluarga, namun mereka pasrah. Penemuan puing-puing heli di Deli Serdang, kembali menguak misteri kematiannya. Adik kandungnya, Daniel Mahendra yang merupakan penulis, bahkan telah rampung menyusun sebuah novel mengenai kematian Diaz. “Saya menulisnya November 2006 lalu dan selesai dalam satu bulan. Menuangkannya dalam tulisan memang relatif cepat, namun saya butuh 10 tahun untuk mengumpulkan bahan dan riset,” tutur pria kelahiran 1 Agustus 1975 ini saat ditemui detikcom di toko bukunya, Jalan PHH Mustofa Bandung, Minggu (25/3/2007).

Continue Reading »

Ketika Bangkai Pesawat Itu Ditemukan

 

Ketika sedang googling, aku menemukan sebuah blog yang menulis hal di bawah ini. Beribu terima kasih kuhaturkan kepada pengelola blog tersebut.

 

Sumber: Blog Bergerak, 23 March 2007.

 

Selamat Datang di Pengadilan. Saya teringat lagi dengan buku kumpulan cerpen karya Daniel Mahendra yang saya baca zaman kuliah dulu. Banyak cerita heroik di dalamnya, khas aktifis mahasiswa, yang selalu ingin melihat negerinya semakin baik. Cerita yang penuh semangat, dibumbui kisah cinta, dan juga menyelipkan kisah kelam negeri ini yang tentu saja menimbulkan kegeraman Daniel yang ketika itu aktif bergelut di dunia pers mahasiswa di Bandung. Saya sudah menduga, salah satu atau bahkan hampir seluruh cerpen di buku itu diangkat dari kisah nyata keseharian aktifis yang tak pernah jauh dari buku, cinta dan demonstrasi. Tapi saya sama sekali tidak menyangka, cerita tentang pesawat jatuh dan mayat korban yang ditenteng dalam travel bag adalah kisah nyata yang dialami sendiri oleh kk dari Daniel (atau hanya kesamaan nama ya???). Ketika itu, saya benar2 menangis membacanya, rasanya maraaaaaah banget. Marah dengan kelakuan cecurut, aparat yang sibuk berbisnis, tapi tak berbuat apa2 saat satu per satu pulau negeri ini lepas karena dicaplok negara lain.

Continue Reading »

Dengan Bahasa Apa Anda Berpikir?

Apa jawaban Anda jika mendapat pertanyaan: dengan bahasa apa Anda berpikir? Pernahkah terpikirkan hal itu? Dalam percakapan sehari-hari kita biasa menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa daerah atau bahasa asing untuk keperluan tertentu. Tapi, dengan bahasa apa kita berpikir? Dalam bahasa Indonesia, bahasa daerah, atau bahasa asing?

Hal ini tentu mengacu pada pola kebiasaan dalam lingkup keluarga hingga lingkungan kita. Sehingga saat berpikir (seperti saat kita berbicara dalam hati) menggunakan bahasa yang merupakan manifestasi dari pola-pola yang berlangsung sejak kecil, kebiasaan dalam keluarga, juga lingkungan yang kental mempengaruhi. Continue Reading »

Tour de Mosque

putraj1_.jpg

Cintaku kepada-Mu memabukkanku

Dan membuatku menari-nari

Aku mabuk dan dalam ekstase

(Jalal al-Din Rumi)

Dalam sebuah perjalanan ketika matahari betul-betul telah pamit pergi, aku mampir ke mesjid kecil untuk sholat Maghrib di sebuah kampung yang tak ramai. Ketika tiba di sana, sholat berjama’ah telah lama usai. Orang-orang yang masih tersisa di dalam mesjid pun tampak sudah santai. Aku pun cepat-cepat berwudhu mengejar kesempatan waktu Maghrib yang sudah tak seberapa.

Continue Reading »

The Power of Music

(Music and Me)

Oleh Daniel Mahendra

Siapa orang tak suka musik? Barangkali ada. Tapi mungkin di sekitar kita akan sangat mudah menemukan orang yang suka musik. Entah itu orang tua kita, kakak-adik kita, saudara kita, sahabat kita, teman kita, pacar kita atau pasangan hidup kita.

Musik memang bisa membawa kita pada suasana semangat, gairah, ekstase, ketenangan, relaksasi, kesenduan, peneman sepi hingga menangis tersedu-sedu.

Continue Reading »