Menulis Opini & Ilmiah Populer di Media
khusus akademisi & professional
Hotel Panghegar, Bandung, 30 - 31 Mei 2007

 

 

 

“Writing – the art of communicating thoughts to the mind – is the great invention in the world Great, very great, it enabling us to converse with the dead, the absent, and the unborn, at all distances of time and space, and great not only in its direct benefits, but its great help to all other inventions.” – (Abraham Lincoln - mantan Presiden Amerika)

 

“From poetry to letters to stories to laws, we must learn to write in order to participate in the range of experiences available to us as human beings. Our spiritual lives, our economic success, and our social networks are all directly affected by our willingness to do the work necessary to acquire the skill of writing. In a very real way neither our democracy nor our personal freedoms will survive unless we as citizens take the time and make the effort needed to learn how to write.” — Mantan Senator, Bob Kerry

Salah satu tanggung jawab penting kita sebagai intelektual dan profesional adalah menyebarluaskan pengetahuan, sehingga masyarakat tercerahkan. Dewasa ini masyarakat telah menjadikan surat kabar sebagai salah satu sumber informasi sekaligus rujukan opini penting setiap hari. Oleh karena itu, kaum intelektual sudah semestinya memerankan diri sebagai Intelektual Publik, yang bisa menulis tidak hanya di jurnal-jurnal ilmiah, melainkan juga aktif menulis berbagai pandangan, pembaharuan, gagasan, pengalaman dan pengetahuannya di media-media massa.

 

Berbagai media-massa sangat membutuhkan kontribusi para Intelektual Publik ini, sebab umumnya media massa tidak memiliki kapabilitas dan otoritas yang memadai untuk memenuhi harapan publik terhadap informasi dan gagasan keilmuan. Justru kapabilitas dan otoritas ini dimiliki oleh para dosen, para peneliti, dan akademisi lainnya. Dengan kapasitas ilmu yang dimiliki, mereka diharapkan mampu menuliskan berbagai gagasan dan informasi/pengetahuan yang bermanfaat dan mencerdaskan. Selain enak dibaca, juga bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Begitu pula bagi kalangan profesional. Bukankah tingkat achievement yang dianggap paling tinggi saat ini adalah membagi ilmu dan pengalaman yang kita miliki kepada orang lain? Dengan menulis pula para profesional dapat mengembangkan kemampuan berpikir dinamis, kemampuan analitis dan kemampuan membedakan berbagai hal secara akurat dan valid. Menulis pun akan meningkatkan rasa percaya diri. Lalu rasa percaya diri inilah yang akan memunculkan berbagai kreatifitas dan rasa bahagia. Bukan cuma itu, dengan menulis maka personal branding dan corporate branding kita pun melesat dengan cara yang elegan, tanpa biaya. Tentu kita sepakat, personal brand adalah sesuatu yang sangat penting dalam percaturan bisnis saat ini.

Lalu bagaimana dengan penulisan di media instansi/perusahaan? Keberadaan media internal ini tentu memiliki tujuan yang sudah jelas, bukan hanya sekedar terbit. Akan tetapi, salah satu persoalan klasik yang banyak dihadapi adalah rendahnya minat publik-media tersebut membaca naskah-naskah yang telah diterbitkan. Akibatnya, berbagai informasi penting, gagasan bagus, kebijakan baru, ataupun pengetahuan yang ada di dalamnya tidak tersampaikan. Sehingga terbitnya media tampak seolah-olah menjadi sia-sia belaka.

Sebagaimana kita ketahui, pada umumnya naskah yang ada di media, termasuk media internal, selain berupa laporan/berita, adalah naskah jenis opini & ilmiah popular. Apabila penulis dan redaksinya tidak mampu menyajikan naskah ini secara menarik dan dipahami maka jelas orang akan enggan membacanya. Itulah sebabnya para profesional yang menggeluti bidang ini sangat perlu sekali mengikuti pelatihan ini.

Berlatih menulis sebetulnya tidaklah terlalu sulit. Pengalaman kami bertahun-tahun memberikan bimbingan dan pelatihan kepada berbagai kalangan menunjukkan bahwa ketrampilan ini bisa dilatih, bagaimanapun tingkat kesulitannya. Oleh karena itu kami bermaksud mengundang Bapak/Ibu dan atau Staf Bapak/Ibu mengikuti “Pelatihan Menulis Opini & Ilmiah Populer” ini yang berlangsung selama 2 hari, lalu ditindaklanjuti dengan program bimbingan/pendampingan penulisan dan konsultasi naskah selama satu tahun.

TUJUAN PELATIHAN

Setelah mengikuti program, peserta betul-betul memiliki kemampuan menulis opini dan ilmiah populer, baik di media-media massa umum, maupun media internal instansi/perusahaan.

TAHAPAN PROGRAM

Bagaimanapun, meningkatkan ketrampilan membutuhkan latihan. Oleh karena itu, program ini akan berlangsung dalam 2 tahap:

1. Tahap-1: Pelatihan Menulis, berlangsung tanggal 30 - 31 Mei 2007.
Ruang lingkup materi (teori dan praktek) meliputi:
- cara-cara mengatasi hambatan dalam menulis
- teknik menulis tanpa beban dan sangat menyenangkan
- karakteristik media & pembaca
- kriteria naskah layak muat
- berlatih dengan bahasa jurnalistik
- bagaimana cara menulis opini
- bagaimana cara menulis naskah ilmiah secara popular

2. Tahap-2: Program Bimbingan Penulisan dan Konsultasi Naskah selama satu tahun.
Inilah follow up pelatihan. Setiap peserta dilayani secara personal oleh tim editorku.com, sampai betul-betul mampu menulis naskah yang layak terbit dan dibaca banyak orang.

WAKTU DAN TEMPAT

Hari/Tanggal : Senin – Selasa , 30 – 31 Mei 2007
Jam : 10.00 – 15.00 WIB
Tempat : Hotel Panghegar, Jalan Merdeka No. 2 - Bandung

PILIHAN BIAYA

1. Bila ikut Paket Pelatihan + Layanan Konsultasi dan Editing Naskah selama DUA BULAN biaya Rp. 1.500.000

2. Bila ikut Paket Pelatihan + Layanan Konsultasi dan Editing Naskah selama SATU TAHUN biaya Rp. 3.000.000

PENYAJI MATERI

1. H. Budhiana, Redaktur Opini HU Pikiran Rakyat
2. c, Redaktur Pelaksana The Online Editing Service “Editorku.com”

Program Khusus Pasca-Pelatihan
Layanan 1 Tahun Bimbingan Penulisan dan Konsultasi Naskah

Sasaran Program
1. Meningkatnya kemampuan-menulis para peserta secara signifikan (personal)
2. Naskah-naskah hasil penulisan pun akan semakin baik dan menarik (karya)

Proses Bimbingan & Konsultasi Penulisan

1. Setiap peserta akan dibimbing/dilayani secara personal dengan menggunakan email dan milis-khusus sebagai sarana komunikasi dan lalu lintas naskah

2. Naskah yang dibuat peserta ditulis dengan format Microsoft Word, sehingga memudahkan editor dalam memberikan advis-advis perbaikan dan contoh editing. (MS Word memiliki fasilitas “track changes” yang terlihat langsung dalam naskah tersebut) sehingga para peserta akan langsung menyerap proses “learning by doing” ini.

3. Naskah yang dijadikan media-pembelajaran bisa jadi masih naskah yang sama sampai beberapa kali perbaikan. Tujuannya agar setiap peserta mengalami prosesnya, menyadari tahapan-tahapan kemampuan yang dia lalui, sampai akhirnya kemampuan tersebut meng-internal ke dalam dirinya

4. Advis-advis perbaikan, konsultasi naskah dan pembahasan contoh editing yang dilakukan tim editor kami akan disesuaikan dengan tahapan-tahapan kemampuan peserta. Ada 4 tahapan yang akan dilalui peserta:
a. tahap pertama, kemampuan-berbahasa yaitu kemampuan menuliskan kalimat-kalimat yang dapat dipahami oleh orang lain.
b. tahap kedua, kemampuan re-writing (menulis ulang) yaitu kemampuan meramu dan menyunting berbagai bahan/resources menjadi sebuah naskah yang baik.
c. tahap ketiga, kemampuan-menulis yaitu kemampuan dalam menuangkan gagasan atau pokok pikiran menjadi sebuah tulisan. Biasanya ini merupakan kemampuan yang paling sulit bagi kebanyakan orang. Ada banyak “sumbatan” yang muncul saat akan menuliskan pikiran tersebut. Sumbatan atau hambatan menulis inilah yang harus bisa “dihancurkan” sehingga kemudian menulis pun jadi lancar.
d. Tahap keempat, kemampuan-merancang-naskah yaitu kemampuan memilih angle, mendesain alur penulisan, dan mengemasnya menjadi sebuah naskah yang menarik minat.

Proses “dapur” Redaksi
Para editor dan pembimbing yang akan mendampingi setiap peserta adalah para penulis aktif yang memiliki “semangat membina” dan telah berpengalaman dalam membimbing penulis pemula. Mereka bekerja secara full-time sehingga setiap saat peserta dapat melakukan korespondensi dan konsultasi dengan cepat dan lancar.

Proses “dapur” redaksi kami adalah sebagai berikut:

1. tahap awal kepada setiap peserta kami minta mengirimkan minimal satu naskah.

2. lalu kami lakukan diagnosa terhadap naskah tersebut untuk mengetahui kemampuan awal peserta, “penyakit” yang ada dalam naskah itu, dan program apa yang cocok bagi peserta yang bersangkutan.

3. ketua tim-pembimbing akan menunjuk editor mana yang akan menjadi pembimbing bagi peserta tersebut.

4. editor yang ditunjuk kemudian melakukan proses bimbingan dan konsultasi dengan peserta itu sampai akhir program.

5. hasil setiap proses-naskah selalu dibuat “copy” salinannya (oleh editor) untuk diperiksa oleh pembimbing senior, guna memberikan bantuan tambahan dan catatan-catatan khusus bagi editor.

6. setiap proses yang terjadi dalam masa bimbingan itu selalu di-arsip, baik naskah masuk, naskah revisi, naskah proses, sampai naskah-jadi, yang kemudian di akhir program (jika diminta) dilaporkan kepada pimpinan dari staf/peserta yang bersangkutan.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi: http://www.editorku.com/training