Archive for June, 2007

Development Editing 1: Mengemas Hiburan

Development Editing termasuk bidang baru dalam dunia penyuntingan atau editing naskah. Bidang ini berkonsentrasi pada context atau kemasan sebuah naskah yang membuat buku benar-benar powerful. Untuk itu, ada beberapa hal yang melatari perlunya development editing dengan memperhatikan kecenderungan ataupun tren yang terjadi pada masyarakat, terutama pembaca sasaran yang dihubungkan dengan momentum tertentu.

Continue Reading »

Development Editing 3: Mengemas Kebutuhan

Development Editing termasuk bidang baru dalam dunia penyuntingan atau editing naskah. Bidang ini berkonsentrasi pada context atau kemasan sebuah naskah yang membuat buku benar-benar powerful. Untuk itu, ada beberapa hal yang melatari perlunya development editing dengan memperhatikan kecenderungan ataupun tren yang terjadi pada masyarakat, terutama pembaca sasaran yang dihubungkan dengan momentum tertentu.

Continue Reading »

Proyek “Rorojonggrang”

rorojonggrang-2.jpg 

Saban hari aku nyaris bertemu dengan penulis dari berbagai bidang spesialiasi. Ada penulis sastra, sains, fikih Islam, buku anak-anak, buku pelajaran, dan macam-macam lainnya. Begitu pun dengan editor atau layouter, designer, juga ilustrator outsource. Semua memiliki gaya, cara, serta karakter yang berbeda-beda. Semua hampir kutemui di kantor setiap harinya.

Sebagai perusahaan yang memilih bergerak di bidang publishing service, sudah pasti tak mungkin bergerak sendiri. Kami membuat jaringan baik penulis, editor, ilustrator, layouter, sampai designer. Semua tak mungkin kami kerjakan sendiri. Setiap proyek yang masuk, selalu kami perhitungkan: sejauh mana proyek tersebut dapat kita kerjakan. Kalau overload, tak bisa tidak: jaringan tersebut kami gunakan. Berbagi rezeki dengan banyak orang.

Continue Reading »

Paris, Je t’aime (3)

Paris, Minggu pagi. Setelah sarapan saya check out dari hotel. Tujuan: Museum Louvre atau Musée du Louvre. Dari St. Lazare naik M13 tujuan Châtilon turun di Champ-Élysées Clemencau lalu pindah M1 tujuan Château de Vincennes turun di Palais Royal Musée du Louvre. Di metro banyak turisnya, beda dari hari-hari kemarin yang banyak kaum pekerja. Yang lucu, ada ibu yang menyangka saya pelajar di Perancis, gara-gara saya baca buku Paulo Coelho yang edisi Perancis itu. Padahal sok-sok baca tuh, hehe ;p

Continue Reading »

Maaf, Saya Menghamili Istri Anda

msmia.jpg 
Directed by: Monty Tiwa

Walaupun sudah banyak menulis untuk film, ini adalah film pertama yang disutradarai sendiri oleh Monty Tiwa. Makanya walaupun cuma sendirian, gue bela-belain nonton film ini.

Film ini jauh lebih bagus daripada film-film Warkop DKI jaman dulu. Mengandalkan tampang bego setengah lugu Agus Ringgo, film ini banyak memasukkan unsur-unsur komedi dan nggak lupa kata-kata sindiran yang mengena buat semua orang.

Continue Reading »

Paris, Je t’aime (2)

Paris, hari ke-2. Mandi pagi-pagi lalu dilanjutkan dengan bikin rencana. Kalau ikuti kata hati sih pengennya semua tempat didatangi, tapi kan harus realistis. Untungnya di hotel ada internet pake WiFi jadi bisa sekalian cari info perjalanan sesuai jalur.

Dari sekian banyak tujuan “wajib kunjung”, saya pilih: Tour de Eiffel, Notre Dame, La place de la concorde sampai Arch de Triomphe (termasuk menyusuri Champ-Élysées), dan Musée du Louvre. Yang lain terpaksa ditunda untuk perjalanan selanjutnya.

Continue Reading »

Next Page »