pursuit-1.jpg

“Masa depan adalah hal yang tak pasti dan dipenuhi oleh banyak rintangan hidup serta kelokan-kelokan tajam. Namun, aku tetap bergerak maju, satu kaki melangkah di depan kaki lainnya.” – Chris Gardner.

Selalu ada hal yang menarik ketika kita membaca kisah dari figur-figur sukses. Intinya, mereka memiliki antusiasme, hasrat, ketekunan, kerja keras, dan kebulatan tekad seumur hidup. Demikian halnya dengan kisah Chris Gardner, CEO dari Gardner Rich & Company—perusahaan pialang saham terkemuka dengan keuntungan jutaan dolar yang berkantor di New York, Chicago, dan San Francisco.

Gardner bukanlah sosok yang meraih kesuksesan secara tiba-tiba. Ia pernah mengalami keterpurukan, baik dalam hal finansial maupun kehidupan pribadinya.

Ada banyak episode kelam dan penuh penderitaan dalam kehidupannya, namun episode tersulit kehidupannya terjadi saat istrinya menyerahkan anaknya untuk diasuh Gardner lantaran sudah tidak sanggup lagi menanggungnya. Saat itulah ia memasuki periode hidup sebagai tunawisma dan terlunta-lunta di jalanan San Francisco. Meskipun menjadi tunawisma, Gardner yang bekerja sebagai pialang saham junior, pantang menyerah pada keadaannya yang sangat memprihatinkan. Dia terus memelihara mimpinya hingga akhirnya dapat mewujudkannya.

Sebuah kisah nyata yang sarat nilai moral bahwa keteguhan hati bisa menjadi resep yang bisa membawa manusia pada begitu banyak penghargaan dan kebahagiaan. Kisah dan semangat yang luar biasa dalam buku ini bahkan menginspirasi Will Smith untuk memfilmkannya.

Sedikit berbeda dengan versi filmnya, The Pursuit of Happyness versi buku secara lengkap bercerita tentang perjuangan Gardner dalam mewujudkan impiannya. Selain itu, buku ini juga sangat lekat menyinggung topik-topik universal seperti kekerasan di dalam rumah tangga, masalah buta huruf, penyakit-penyakit kejiwaan, kekerasan terhadap anak-anak, penyalahgunaan minuman keras, masalah kemiskinan, dan gelandangan.

Selamat membaca, get inspired, lalu pursue your own happyness.

(Nurchasanah)