Archive for July, 2007

12 Tips Utama dalam Proofreading

12 Tips Utama dalam Proofreading

Diterjemahkan secara bebas dari Proofreading – my top 12 tips (Peter Wise)

Apapun tulisan profesional yang Anda hasilkan, proofreading yang cermat dan teliti amatlah penting. Sebagai seorang copywriter lepas, tidak ada hal yang paling parah, kecuali aku melakukan kesalahan dasar atau meninggalkan adanya salah cetak. Berikut ini adalah tips-tips untuk meminimalisasi kesalahan, bahkan membantu Anda untuk mewujudkan obsesi zero defect pada buku yang Anda edit. Continue Reading »

Launching Buku “Serial Politik Untuk Pemula”

Undangan Peluncuran Buku

Sehubungan dengan perhelatan acara Launching Buku “Serial Politik Untuk Pemula” buah karya Sarwono Kusumaatmadja yang akan diselenggarakan oleh Penerbit Koekoesan, maka kami mengundang rekan-rekan untuk hadir dan menyaksikan acara ini.

Adapun acara tersebut akan kami selenggarakan pada:

Hari/Tanggal : Selasa, 24 Juli 2007

Waktu : 15.00 Wib – Selesai

Tempat : Galeri Cipta III, Taman Ismail Marzuki, Jakarta

Bintang Tamu : Pembacaan Puisi

  • Happy Salma
  • Dian Sastrowardoyo

Pembaca Acara : Rieke Diah Pitaloka

Continue Reading »

Dan Semua Karena Cinta (2)

Di suatu senja yang temaram, seorang kawan tiba-tiba menelponku. Begitu kuangkat ia berteriak lantang: “Aku jadi nikah, Dan!!!” Tentu saja telingaku sontak seperti disengat 1000 ekor lebah jantan.Sableng! pikirku. Mengabarkan nikah saja kok segitu hebohnya. Bukankah sudah milyaran orang yang menikah di dunia ini. Dari mulai anak Adam beranak-pinak sampai menara kembar WTC runtuh jadi abu, pernikahan ya begitu-begitu juga. Kenapa kok heboh banget sih? Bukankah pada hakekatnya hidup ini sederhana saja. Yang hebat hanya liku dan tafsirannya. Tapi gara-gara cara pandangku itu juga, beberapa orang pernah tak setuju denganku. Ya salah siapa. Aku kan hanya berpikir secara hakiki, dan tidak berusaha memaksakan pendapatku pada orang lain. Hidup memang sederhana kok. Kalau nggak setuju ya jangan salahkan aku dong.

Continue Reading »

Dan Semua Karena Cinta (1)

Di Sabtu malam yang sejuk, seseorang menelponku. Bercerita ia tentang temannya. Setelah kususun, begini kira-kira ceritanya:Tadinya ia begitu gesit, Dan. Cekatan, lugas, displin, dan selalu bekerja dengan speed tinggi. Rasanya aku belum pernah bertemu dengan sosok perempuan sedahsyat dia. Dia selalu datang jam 07.30 pagi ke kantor. Kalau pulang, tak pernah di bawah jam 19 malam. Dan yang dikerjakan selalu seabrek. Dan dari yang seabrek itu, dia lahap semua tanpa tersisa. Dia memegang tiga perusahaan dimana ia sebagai salah seorang intinya. Perempuan satu ini memang luar biasa. Tak aneh bila ia jadi rebutan banyak perusahaan. Tak sedikit perusahaan rival yang meminang dirinya dengan iming-iming gaji tinggi serta fasilitas selangit. Tapi akhir-akhir ini semua berubah, Dan. Berubah.

Continue Reading »

Hari Tanpa TV

kiddiatv.jpg

Berapa jam anak menonton televisi? Rata-rata anak Indonesia, menonton TV jauh lebih lama dibanding dengan jam belajar mereka di sekolah. Mereka menghabiskan sekitar 1.600 jam untuk menonton TV, dan hanya sekitar 740 jam untuk belajar di sekolah.

Perhitungan ini didasarkan pada hasil penelitian YPMA tahun 2006 mengenai jumlah jam menonton TV pada anak di Jakarta-Bandung yang mendapati angka sekiar 30-35 jam seminggu, atau 4,5 jam dalam sehari sehingga dalam setahun mencapai kurang lebih 1.600 jam. Sementara jumlah hari sekolah yang hanya sekitar 185 hari dalam setahun dengan 5 jam perhari untuk kelas tinggi dan 3 jam untuk kelas rendah, menghasilkan angkat rata-rata anak belajar di sekolah dalam setahun hanya 740 jam. Selain menonton televisi, anak-anak juga mengkonsumsi jenis media yang lain seperti video game, komik, internet, dan lain-lain sehingga total waktu yang digunakan untuk mengkonsumsi media diperkirakan hampir 2.500 jam atau sekitar 7 jam dalam sehari.

Continue Reading »

Surat untuk Laras (5 - Habis)

Oleh Haikal 

Pada tahun itu pula, pada paruh pertengahan tahun 1988 ia lulus dari SMP dengan hasil: tidak memuaskan!

Ia mulai memasuki SMA 4. Pertama-tama yang diincarnya tentu saja aktivitas di sana. Ia lirik PMR, Palang Merah Remaja. Tapi tak lama di sana, karena ia masuk PMR hanya karena ada seorang kakak kelasnya yang begitu memesona jiwa mudanya yang sedang bergejolak. Lantas teater pun ia masuki. Kegiatannya begitu penuh dengan aktivitas berkesenian. Ia melebur dengan orang-orang yang begitu gila akan kesenian. Kerap berlatih bersama kakak-kakak mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Jember, Kentrung Djos. Saat itulah ia berkenalan dengan seorang yang begitu ia kagumi. Seorang dosen Fakultas Sastra Inggris Universitas Jember, Ilham Zubazari namanya. Mas Ilham seorang sutradara teater. Naskah-naskahnya sudah kerap memenangkan lomba-lomba teater di Jember maupun Jawa Timur. Dengan mas Ilham ia banyak belajar dan bertukar pikiran tentang berkesenian.

Continue Reading »

« Previous PageNext Page »