Archive for September, 2007

Get Fundamental Publishing Knowledge!

Tidak mudah mencari literatur maupun kursus yang berbasis publishing science. Dengan kecenderungan tersebut maka Forum Editor Indonesia berniat membagikan ilmu-ilmu dasar (fundamental) penerbitan buku dalam satu rangkaian kursus FUNDAMENTAL PUBLISHING TRAINING dengan menawarkan paket training masing-masing satu hari: 

  • Fundamental Book Publishing
  • Fundamental Book Editing
  • Fundamental Book Writing
  • Fundamental Book Design

Setiap materi disiapkan dalam bentuk modul eksklusif karya Bambang Trim. Paket pelatihan ini akan diluncurkan pada November 2007 untuk wilayah Jakarta, Bandung, dan Jogja. Bagi rekan-rekan yang berminat secara perseorangan maupun lembaga, dapat melakukan pendaftaran melalui milist editorindonesiaforum@yahoogroups.com atau ke email b4mb4n9_trim@yahoo.com.

 

Materi ini diniatkan sebagai materi dasar sehingga sangat tepat diikuti oleh mereka yang baru berkecimpung dalam dunia penerbitan buku, yang tertarik dan berminat menekuni dunia penerbitan buku, ataupun para staf penerbitan yang ingin kembali mendapatkan dasar-dasar pengetahuan penerbitan buku standar.

Continue Reading »

Menjemput Deadline

Aku sering kali mendapat pertanyaan: bagaimana untuk mulai menulis? Jawabanku selalu saja sama: ya menulis! Kelihatannya memang sederhana dan mudah. Namun itu-lah satu-satunya jawaban yang bisa kulontarkan, ya menulis!Menulis bagiku memang tanpa kompromi (kita tidak sedang membicarakan apa jenis tulisannya kan?). Kalau ada ide, otak dan tanganku selalu gatal untuk segera menulis. Kapan dan di mana dan bagaimana pun kondisinya, aku mesti menumpahkan sesegera mungkin. Kalau ide masih mampir di kepala, mungkin aku masih bisa berdamai dengan diriku dengan mengatakan: aku butuh pengendapan. Tapi kalau ide sudah merasuk ke hati, tak bisa tidak: aku harus menulis.

Continue Reading »

Show Me The Meaning of Being Lonely

Desa ini jauh dari hiruk-pikuk kota. Jangankan kota, dari jalan raya saja sudah sebegitu jauhnya, meski hanya beberapa kilometer saja dari kota Tbn. Tapi kebunmu yang tersembunyi di belakang pekarangan rumahmu ini begitu membutakan mata dan perasaan: tenang, sejuk, damai, dan jauh dari keramaian.Kumatikan handphone-ku. Beruntung tak ada akses internet di rumahmu (jangan pula menghayal tentang wifi). Segalanya betul-betul terputus dari “keduniawian”. (meski aku sangsi: bagaimana mungkin aku bisa sembunyi dari telpon, SMS, dan akses internet). Terkadang kalau provider sedang ngadat beberapa jam saja, rasanya hidup di Bandung sekali pun seolah mundur beberapa abad ke belakang tanpa internet.

Namun begitu-lah yang terjadi dalam kehidupan. Kita sudah terbiasa tertopang pada teknologi yang pada akhirnya melipat dunia kita. Padahal kalau ditarik antara 10 hingga 20 tahun ke belakang, tanpa itu semua, hidup dapat tetap terus berjalan toh? Dan saat ini, ini juga yang kucari: terputus sama sekali dari apa pun yang dapat menghubungkan diriku dengan “dunia” di luar sana.

Continue Reading »

Carpe Diem

Suatu hari seorang kawan tiba-tiba menelponku. Katanya ia ingin bicara (bicara? Bukankah yang sedang ia lakukan saat ini di telpon pun dapat dikategorikan bicara?). Ia hendak datang ke Bandung, bertemu dan menceritakan sesuatu (hah, I’m a home for every stories, tampaknya masih saja berlaku!). Akhirnya (dengan berbagai pertimbangan) aku pun menyanggupi permintaannya untuk bertemu. Di suatu tempat. Setelah kususun ulang (dan membuang segi-segi yang tak penting), kira-kira seperti inilah ceritanya:

Continue Reading »

Di Tengah Ladang Aku Duduk dan Terkenang

Aku masih saja kerasan duduk di bangku beton di tengah ladang ini. Menghabiskan berbatang-batang rokok sembari memerhatikan jagung, kacang panjang, nanas, mangga, rambutan, nangka, pisang dan entah apa lagi macam tanaman yang kutak tahu persis nama serta jenisnya. Kesemuanya menjuntai-juntai ranum minta dipetik. Semua tampak sama. Tak ada yang berubah.Telah berjam-jam aku menghabiskan waktu hanya untuk duduk di bangku beton di tengah ladang ini. Matahari mulai condong dan angin berkesiur dari arah tenggara, membawa aroma tubuhmu ke tengah ladang. Aku masih saja duduk sendiri.

Continue Reading »

Lowongan Peresensi dan Penerjemah

Teman-teman saya numpang beriklan…

Perusahaan tempat saya bekerja sedang mencari peresensi dan penerjemah freelance dengan kualifikasi antara lain:

Peresensi (Inggris, Arab, Melayu/Malaysia)

  • Wanita atau pria. Berpengalaman meresensi dan mengirimkan contoh hasil resensi yang pernah dimuat di media massa atau milis atau media lainnya.

Penerjemah

  • Wanita atau pria. Minimal lulusan S1. Berpengalaman menerjemahkan atau mengedit buku, diutamakan pernah bekerjasama dengan penerbitan.

Continue Reading »

Next Page »