Archive for October, 2007

The Real Weekend!

mic-02-copy.jpg

Bersama kawan-kawan MIC di Cipanas, Puncak, 26-28 Oktober 2007

mic-01.jpg

Kiri ke kanan: Sis, DM, Kusye, Bambang Trim, dan Teguh. The real weekend!

The Painted Veil

veil.jpg

Directed by: John Curran

Diawali dengan perkenalan Kitty Fane (Naomi Watts) dengan Walter (Edward Norton), seorang bakteriolog yang membuahkan pernikahan. Walter ditugaskan melakukan penelitian di Cina. Dan keseriusan Walter dalam melakoni pekerjaannya membuat Kitty yang haus perhatian merasa tersisihkan dan cinta di antara mereka berdua pun mulai pudar.

Perhatian yang dibutuhkan oleh Kitty tersebut disambut Charles Townsend (Liev Shrieber). Perselingkuhan Kitty dengan Charles sebenarnya sudah diketahui oleh Walter, namun Walter tidak pernah menegur langsung. Malah dia mengajak Kitty untuk ikut mendampinginya ke pedalaman Cina yang tengah terkena wabah kolera. Walaupun mengetahui tentang perselingkuhan istrinya, Walter masih mau menerima Kitty di sisinya, namun mereka tidak saling percaya lagi satu sama lain. Rasanya mereka terpisah jauh satu sama lain, bahkan ketika berada dalam satu ruangan sekalipun.

Continue Reading »

Miss Potter

misspotter.jpg

Directed by: John Curran

Film ini bercerita tentang kehidupan Beatrix Potter, seorang penulis buku anak-anak. Miss Potter (Renee Zellweger) seorang lajang 32 tahun yang masih tinggal di rumah orang tuanya. Selama masih di rumah tersebut kehidupannya jauh dari menyenangkan. Setiap hari harus mengalami friksi dan menerima kritikan dari ibunya. Walau lajang Miss Potter tidak kesepian karena ada teman-teman imajinasi sumber inspirasinya.

Sang ibu berusaha menjodohkan putrinya ini dengan pria-pria yang masih keturunan bangsawan juga. Kedua orang tua Miss Potter percaya bahwa pedagang ataupun artis bukanlah karir yang pantas untuk keluarganya. Hal ini pula yang menyebabkan ayah Miss Potter tidak mengembangkan bakat seninya, malah mengambil kuliah hukum.

Continue Reading »

First Reading

First reading kerap dipadankan dengan frasa ‘baca pertama’ dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks penerbitan, baca pertama adalah aktivitas membaca manuskrip (naskah) untuk memberikan ruang bagi editor beradaptasi dengan naskah, menemukan beberapa kekeliruan awal, serta mampu melahirkan gagasan untuk pengembangan (development) naskah. Dalam hal baca pertama, editor memang perlu ‘melarut’ dalam naskah sehingga bisa merasakan segala segi keunggulan serta kelemahan naskah yang bisa dikelola.

Dengan tuntutan waktu yang makin cepat dan kejaran deadline, first reading menjadi terlupakan karena editor langsung ‘berkutat’ atau malah ‘bergulat’ dengan naskah tanpa diberi ruang ekspresi dan kreativitas untuk pengembangan naskah tersebut.

Untuk melatih kepekaan dalam first reading, editor harus banyak membaca karya-karya bagus, termasuk juga karya-karya best seller. Selain itu, perlu juga melatih struktur berpikir dengan mencoba menstrukturkan gagasan dari naskah-naskah mentah. Continue Reading »

Work Made For Hire

Persoalan naskah menjadi persoalan krusial bagi setiap penerbit. Naskah ibarat nafas bagi penerbit yang bisa pendek atau panjang. Dengan demikian, ketersediaan naskah adalah persoalan yang tidak bisa diabaikan oleh para penerbit. Sejak dulu banyak editor penerbit yang berfungsi ganda sebagai pencari naskah sekaligus penyunting naskah. Kemudian, bagi editor yang ingin mengaktualisasi dirinya kembali lebih jaya, ia pun berubah menjadi editor yang berjiwa writer. Artinya, keterampilan menulis mutlak ditekuni oleh editor untuk pada ujungnya ia dapat membantu penerbit mengadakan naskah.

Sistem pengadaan naskah yang melibatkan orang-orang internal penerbit, khususnya editor, dalam penggarapannya biasa disebut Work-Made-for-Hire. Jadi, kini pun sudah lazim di beberapa penerbit Indonesia, para editornya menulis untuk penerbit itu. Ada yang dikontrak secara eksklusif, artinya tidak boleh menulis bebas di penerbit lain dan ada pula yang dibebaskan.

Persoalannya, para editor penulis ini memang harus banyak mengeksplorasi ide agar ia bisa memunculkan gagasan brilian penggarapan buku secara internal. Ia pun harus memiliki intuisi yang kuat soal keinginan pasar.

Editor model begini memang mahal dan cenderung punya bargaining position. Namun, yang sepertinya bagus, tetapi ternyata idenya hasil mencontek ide penulis lain yang ditolaknya, tentu bukan editor yang akan mampu bertahan untuk jangka panjang.

Continue Reading »

Fakta Seputar Kehidupan Penulis

Jadi, Anda bermimpi menjadi penulis terkenal? Anda ingin menyelesaikan sebuah artikel di selembar kertas secepat mungkin dan melihatnya dimuat di suatu media cetak. Anda memiliki ide yang luar biasa untuk sebuah buku dan Anda akan memulainya sekarang. Tapi tahukah Anda bagaimana sebenarnya kehidupan riil seorang penulis? Bacalah untuk menemukan jawabannya?

Continue Reading »

« Previous PageNext Page »