Archive for November, 2007

5 Keputusan Editing

Dalam hal editing naskah, editor secara umum melakukan lima keputusan editing sebagai berikut:

  1. pengabaian yaitu membiarkan bagian naskah apa adanya karena sudah baik dan benar;
  2. perbaikan yaitu menyesuaikan bagian naskah dengan kaidah bahasa yang berlaku atau gaya selingkung penerbitan;
  3. pengubahan yaitu melakukan perubahan bagian naskah dalam hal kalimat rancu atau bertele-tele, penempatan paragraf ataupun struktur bab;
  4. penghilangan yaitu menghilangkan bagian teks karena memang tidak diperlukan, mengepasan halaman (kelipatan 8 karena jumlah halaman buku habis dibagi 8), atau demi efisiensi halaman;
  5. penambahan yaitu menambahkan bagian naskah karena dianggap penting, pengepasan, atau demi melengkapi substansi naskah.

Continue Reading »

The Secret of Booktrepreneur

Ikuti, acara yang menguak rahasia peluang karier serta bisnis sangat menjanjikan di bidang penerbitan!

SATU EVEN dapat LIMA BENEFIT sekaligus plus bonus-bonus lainnya. Kalau Anda mengaku calon penulis-editor, wujudkan mimpi Anda bersama kami di even ini!

WRITER-EDITOR INSPIRING GATHERING & SHORT TRAINING 26 Januari 2008

Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan dana triliunan rupiah untuk pengadaan buku bacaan. Para penerbit tetap mematok target puluhan hingga ratusan miliar rupiah per tahun untuk memacu produksi dan penjualan buku-bukunya. Perusahaan non-penerbitan tengah menyiapkan program-program Corporate Social Responsibility (CSR) yang di antaranya menyentuh dunia buku dan dunia penerbitan. Naskah-naskah berkualitas semakin banyak dibutuhkan. Penulis-editor mumpuni semakin banyak dicari. Andakah yang berpeluang mendapat BENEFIT bersama kami untuk meraih popularitas, eksistensi, aktualisasi diri, serta passive income hingga ratusan juta rupiah dalam setahun?

The Secret of Booktrepreneur merupakan even gathering & short training paling inspiratif pada awal 2008. TSoB menghadirkan tiga public speaker ternama di bidangnya, yaitu:

  • Bambang Trim, praktisi perbukuan nasional, penulis lebih dari 60 buku judul buku dan editor buku-buku best seller, pendiri Detik@-Integrated Publishing Service. Ia juga dijuluki sebagai master dan pakar perbukuan karena menguasai editologi serta publishing science yang merupakan ilmu langka di Indonesia.
  • R. Masri Sareb Putra, editor senior dan penulis buku Berani Nulis, Berani Kaya: 101 Writing Businesses You Can Start from Home. Beliau berpengalaman puluhan tahun dalam bidang editing serta tulis-menulis di Gramedia Group. Kini menjadi dosen Komunikasi di Universitas Multimedia Nusantara.
  • Julianto Eka Putra, pengusaha dan motivator yang telah malang melintang dalam bidang network marketing selama belasan tahun. Pakar dalam bidang pengembangan SDM serta penulis buku Anda Ingin Sukses? dan Entrepreneur is Easy. Beliau telah berbicara dalam training maupun seminar di depan ratusan ribu audiens.

BAGAIMANA ANDA BISA BERGABUNG? Tempat sangat terbatas hanya untuk 150 orang peserta. Pastikan Anda bergabung bersama calon penulis-editor masa depan.

Continue Reading »

Siapa yang Mengangkat Dirimu Jadi Tuhan?

Rabu malam lalu punggung dan leherku dipijat oleh seorang kawan layouter yang cukup paham titik-titik meridian pada tubuh. Bukan kebetulan, badanku memang terasa pegal, letih, linu, atau semacam itulah. Yang kurasakan, si kawan ini memang tahu betul bagian tubuhku yang sedikit “tak beres” ini.

Betul memang, lebih dari seminggu terakhir aku sudah tidak pernah lagi merasakan tidur di atas kasur. Kalau tidak di karpet, di sofa, atau di kursi kerja di depan monitor. Itu pun paling lama hanya 3 jam. Dilihat dari sudut pandang kesehatan, ya memang tidak sehat.

Nah, menurut si kawan, seluruh punggung dan leherku terasa kencang dan tegang.

Continue Reading »

Xscape

escape.jpg

By Michael Jackson

Everywhere I turn, no matter where I look
The systems in control, it’s all ran by the book
I’ve got to get away so I can clear my mind,
Xscape is what I need,
Away from electric eyes

No matter where I am, I see my face around
They then ask on my name, and push from town to town
Don’t have a place to run, but there’s no need to hide,
I’ve got to find a place,
So I won’t hide away

Continue Reading »

Quickie Express

quickie_express.jpg

Mungkin memang seharusnya penulis skenario mengawali karirnya sebagai kritikus film. Hal ini terbukti dari kelihaian Joko Anwar dalam penyusunan plot. Opening film ini mungkin kurang dapat memancing keingintahuan penonton ketika Jojo (Tora Sudiro) dikejar-kejar preman Ambon. Penonton sempat sedikit tergelitik waktu adegan mundur sedikit dan terlihat Jojo sedang dipecut oleh seorang perempuan berbaju hitam (Melisa Karim). Hingga akhirnya diflashback lagi hingga ke awal cerita di mana Jojo yang berusaha mencari pekerjaan.

Dengan latar tahun 80an dan cerita ala Donal Bebek yang gonta-ganti kerja karena ada aja kesialan dan kecerobohan yang menimpa Jojo. Mungkin ada sedikit kekecewaan, apakah kelucuan yang terlalu dibuat-buat dan mudah ditebak ini akan berlangsung terus-menerus. Mulai dari kecerobohan nuang cairan waktu jadi tukang pel, salah gambar waktu jadi tukang tato sampai akhirnya bikin bentuk kembang ban dalam waktu jadi tukang tambal ban.

Continue Reading »

Yang Muda Yang Jenaka (2)

Awalnya aku tak akan melanjutkan merawi tentang para ilustrator jenaka di kantor kami. Tapi setiap hari selalu saja ada hal baru yang membuatku tertawa terpingkal-pingkal.

Seperti kemarin sore misalnya. Dea si bocah yang jadi koordinator tim ilustrator masuk ke ruang utama tetap dengan tampang jenakanya. Kukatakan: “De, panggil kawan-kawan cowok ya, bawa galon air minum untuk dispenser di ruang sana. Udah dateng tuh pesenan galonnya.”

Siapa nyana dia menjawab, “Biar Dea aja Oom.” (Dea selalu memanggilku dengan sebutan Oom. Dasar bocah!).

“Kamu?! Mana kuat! Bada cungkring gitu!”

“Yah, Oom mah nyepele’in Dea. Lihat nih!” ujarnya sembari mengangkat galon itu ke atas skateboard (untuk pergi ke ruang ilustrator, kadang kawan-kawan di sini menggunakan skateboard. Ada-ada saja memang!).

“Pake skateboard?!”

Continue Reading »

E-mail dari Yogyakarta

Malam ini mendapat kiriman e-mail dari panitia Festival Literasi Indonesia setelah sorenya menelponku. Mereka memintaku menjadi pembicara di acara workshop literasi tersebut. Acaranya sendiri akan diadakan di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjosoemantri Universitas Gajah Mada, Yogyakarta pada 6-9 Desember 2007. Aku sendiri dijadwalkan berbicara pada hari Minggu 9 Desember 2007, pukul 13.00 wib.

Dengan sungguh berat hati aku mesti menolak dengan halus undangan tersebut. Tidak bisa tidak, tanggal 9 Desember adalah deadline puncak dari penggarapan 49 buku pesanan penerbit. Sementara 14 buku pesanan penerbit lainnya juga mesti kelar pada awal Desember. Sisanya sekitar 5 dan 2 buku order dari penerbit yang berbeda mesti dikebut pengerjaannya. Belum lagi 22 buku pesanan baru sudah mulai running bahkan MoU sudah siap kukirimkan hari ini. Sementara beberapa perusahaan di Malang dan Surabaya tinggal menunggu kata deal. Dengan kata lain, aku belum dapat meninggalkan Bandung dalam waktu dekat-dekat ini. Dengan berat hati aku mesti menolak undangan baik hati tersebut.

Continue Reading »

Next Page »