Malam ini mendapat kiriman e-mail dari panitia Festival Literasi Indonesia setelah sorenya menelponku. Mereka memintaku menjadi pembicara di acara workshop literasi tersebut. Acaranya sendiri akan diadakan di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjosoemantri Universitas Gajah Mada, Yogyakarta pada 6-9 Desember 2007. Aku sendiri dijadwalkan berbicara pada hari Minggu 9 Desember 2007, pukul 13.00 wib.

Dengan sungguh berat hati aku mesti menolak dengan halus undangan tersebut. Tidak bisa tidak, tanggal 9 Desember adalah deadline puncak dari penggarapan 49 buku pesanan penerbit. Sementara 14 buku pesanan penerbit lainnya juga mesti kelar pada awal Desember. Sisanya sekitar 5 dan 2 buku order dari penerbit yang berbeda mesti dikebut pengerjaannya. Belum lagi 22 buku pesanan baru sudah mulai running bahkan MoU sudah siap kukirimkan hari ini. Sementara beberapa perusahaan di Malang dan Surabaya tinggal menunggu kata deal. Dengan kata lain, aku belum dapat meninggalkan Bandung dalam waktu dekat-dekat ini. Dengan berat hati aku mesti menolak undangan baik hati tersebut.

Kalau ditanya kata hati, aku akan dengan sangat girang berangkat ke Yogya. Dunia literasi tetap bersemayam dalam kepalaku. Bertemu banyak kawan baru (apalagi yang memiliki mimpi yang sama) akan membuat hidup lebih semarak dan dinamis. Namun bukankah dalam hidup kita tetap mesti memilih bukan? Ada yang mesti diprioritaskan tanpa harus menafikan atau menganggap tak penting hal-hal lainnya.

Egois? Kuharap tidak. Individualis? Manusia mana yang tak memiliki sifat individualis? Hanya barangkali kadarnya saja yang membedakan keindividualisan seseorang.

Kawan-kawan di Yogya, beribu maaf, dengan berat hati aku tak dapat memenuhi undangan tersebut…

Sekali lagi maaf.

Bandung, 28 November 2007, 01.31 wib.

Tabik.