Quickie Express
Mungkin memang seharusnya penulis skenario mengawali karirnya sebagai kritikus film. Hal ini terbukti dari kelihaian Joko Anwar dalam penyusunan plot. Opening film ini mungkin kurang dapat memancing keingintahuan penonton ketika Jojo (Tora Sudiro) dikejar-kejar preman Ambon. Penonton sempat sedikit tergelitik waktu adegan mundur sedikit dan terlihat Jojo sedang dipecut oleh seorang perempuan berbaju hitam (Melisa Karim). Hingga akhirnya diflashback lagi hingga ke awal cerita di mana Jojo yang berusaha mencari pekerjaan.
Dengan latar tahun 80an dan cerita ala Donal Bebek yang gonta-ganti kerja karena ada aja kesialan dan kecerobohan yang menimpa Jojo. Mungkin ada sedikit kekecewaan, apakah kelucuan yang terlalu dibuat-buat dan mudah ditebak ini akan berlangsung terus-menerus. Mulai dari kecerobohan nuang cairan waktu jadi tukang pel, salah gambar waktu jadi tukang tato sampai akhirnya bikin bentuk kembang ban dalam waktu jadi tukang tambal ban.
Untungnya setelah opening yang agak mengecewakan, plot terlihat agak cepat dan beberapa adegan agak tidak terduga arahnya. Waktu Mudakir (Tino Saroengallo) terlihat mengincar pria-pria di beberapa tempat yang berbeda, dan dengan gaya yang kebanci-bancian, mungkin kita mengira Mudakir seorang homo. Sampai ketika Mudakir akhirnya berhasil membawa Jojo ke tempat usahanya barulah kita tahu bahwa dia pengusaha gigolo. Di tempat itu pulalah Jojo dipertemukan dengan teman-teman kerja seangkatannya yaitu Piktor (Lukman Sardi) dan Marley (Aming).
Salut buat akting Lukman Sardi, yang seperti biasa sebagai pemeran pembantu dia lebih memukau dibanding pemeran utamanya sendiri. Seperti biasa juga gaya Ria Irawan yang konyol sebagai pemakai jasa Marley juga cukup menggelitik. Walaupun beberapa kali penonton juga harus disiksa dengan belahan pantat Marley dan Jojo.
Entah sindiran atau tidak, Lila (Sandra Dewi) seorang calon dokter yang akhirnya jadi teman dekat Jojo bagaikan Dian Sastro jilid 2 yang begitu manja dan sok imut memang sedikit menjadi bumbu pemanis film ini. Cerita agak mulai dapat tertebak waktu Tante Mona (Ira Maya Sopha), pelanggan tetap Jojo mulai cemburu dengan keberadaan ‘temen dekat’ Jojo.
Setelah Piktor dan Marley tahu kalo Lila anak Jan Pieter (Rudi Wowor) seorang mafia kelas atas, baru deh keinget adegan opening… Jangan-jangan Jojo mau dibunuh gara-gara macarin anak mafia. Lila ternyata anak tante Mona memang sudah bisa ditebak, tapi ternyata Jan Pieter juga naksir Jojo itu hal lain. Ternyata pacar Jan pun dibunuh dengan alasan yang sama kenapa Jojo dikejar-kejar sama tangan kanan Jan Pieter. Plot yang makin semrawut pun semakin tidak terduga. Mungkin ini juga yang bikin bingung gimana cara Piktor dan Marley yang turun tangan nolongin Jojo kembali berseragam, padahal jelas-jelas Mudakir sudah menaikkan pangkat mereka dengan tidak perlu lagi untuk memakai seragam.
Sutradara: Dimas Jayadiningrat. Penulis: Joko Anwar. Pemain: Tora Sudiro, Aming, Lukman Sardi, Tino Saroengallo, Ira Maya Sopha, Rudi Wowor, Ria Irawan, Tio Pakusadewo, Sandra Dewi. Produksi: Kalyana Shira Production.


bung kok gak ada shoutbox-nya. biar mudah buat komentar
bang bing bung yoook.. kita nabung…
eh jangan ding hari gini nabung…
mending rame-rame investasi.. du du du…
ra nyambung blassss