Archive for December, 2007

Bagaimana Cara Marah?

Bagaimana cara marah? Adakah orang yang tidak pernah marah? (kalau orang yang sering marah, banyak. Hehe!). Tapi bagaimana cara marah yang proporsional? Saat memikirkan hal itu, aku sempat menulis cerpen tentang itu.

Namun satu hal yang pasti: tak banyak ketemui orang yang dapat marah secara proporsional. Memangnya bagaimana marah yang proporsional itu? Aku sendiri belum lagi tahu.

Aku sendiri selalu berusaha membedakan antara marah dengan perasaan. Ada perbedaan mendasar antara marah dengan urusan perasaan. Misalnya ketika sedang “bertengkar” dengan pacar di jalan, tapi dalam perjalanan pulang aku tetap menggenggam tangannya. Dengan begitu aku tak mencampur adukkan antara sedang marah dengan perasaan. Situasi boleh sedang marah, tapi tidak lantas mengurangi rasa sayang toh? Hehe!

Continue Reading »

Pindahan

Akhirnya jadi juga pindah. Setelah dicari waktu yang betul-betul lowong dan pas, seharian di hari Sabtu ini kantor kami jadi juga boyongan ke gedung baru.

Rencana semula boyongan di pertengahan Desember, akhirnya mesti mulur ke akhir Desember. Bukan apa-apa, penggarapan proyek memang nggak boleh tersita hanya karena pindahan yang tak kalah penting juga.

Hal yang paling esensi dalam hajat ini apalagi kalau bukan jaringan komputer, jaringan internet, dan jaringan telpon. Kalau soal pasang karpet, pasang AC, barangkali sehari juga kelar. Tapi kalau nekat pindahan, sementara jaringan-jaringan itu belum lagi terpasang pada tempatnya, bisa kacau pekerjaan.

Continue Reading »

Balada Selembar Kartu

Dulu, entah di tahun 1996 atau 97, gara-gara selembar kartu lebaran, moncong mobilku pernah nyungsep nabrak pagar rumah tetangga sampai ambrol berantakan.

Gara-garanya, sesaat sebelum pergi dari rumah, pak pos datang membawa setumpuk kartu lembaran. Karena waktunya tak cukup untuk membaca satu per satu, akhirnya kartu itu langsung kubawa pergi.

Masih di dalam komplek perumahan, sambil nyetir, satu per satu kartu itu kubuka dan kubaca. Pas belokan, ketika sedang menikmati isi kartu, tanpa sadar moncong mobil meluncur terus menyeberangi selokan dan menghajar pagar rumah tetangga. BRAKKK!!!

Continue Reading »

Restart

01.jpg

Hidup mululu di kota terkadang memang bikin penat. Apalagi kalau kita “terjebak” dengan rutinitas. Betapa pun asyiknya kerja kita, yang namanya refreshing tetap dibutuhkan. Supaya pikiran dan tubuh kita diistirahatkan sejenak. Berlibur, tanpa memikirkan pekerjaan.

Akhirnya, setelah dicari-cari waktu lowong, aku dan kawan-kawan kantor meninggalkan Bandung menuju selatan Jawa Barat. Tak ada yang memikirkan pekerjaan (meski selama perjalanan, penerbit tetap saja menelpon: mengajukan proyek baru untuk 2008. Hehe!). Tapi rehat sejenak kali ini betul-betul menyenangkan.

Foto-foto di bawah hanyalah sebagian kegiatan yang “layak” dimuat di sini. Sisanya, lebih baik disensor (terutama adegan mandi di sungai! Hahaha!!).

Continue Reading »

Pagi yang Nge-Rock!

es.jpgPagi ini adalah pagi yang nge-rock! Putar lagu Edane: Ikuti. Lengkingan vokal Eki Lamoh yang dahsyat serta raungan gitar Eet Sjahranie yang menggelegar. Wow!!

Ini memang lagu lawas. Tahun berapa ya… lupa. Tapi sampai umur segini, lagu ini masih saja terasa dahsyat dan membakar semangat. Seperti halnya hari ini: semangat sekali pergi berlibur. Aih!

Ayo ah, semangat! Tinggal dulu soal pekerjaan. Hari ini pergi berlibur ke luar kota…

Selamat berakhir tahun… ;)

Continue Reading »

Freedom Writers

freedom-writer.jpg

Untuk para penggemar kisah-kisah nyata, tentunya kisah sukses Erin Gruwell (Hilary Swank) dalam mengatasi para siswa-siswinya yang tidak peduli pada pendidikan merupakan tontonan yang menarik. Opening film ini diawali dengan adegan salah satu murid kelas 203, Eva (April Lee Hernandez) yang memiliki darah Amerika Latin ketika masih kecil.

Dibesarkan di lingkungan yang keras, Eva menyaksikan seorang pria ditembak di seberang rumahnya ketika dia sedang duduk di depan pintu. Karena ikatan suku yang kuat dan membela orang segolongannya, akhirnya ayah Eva yang menanggung risiko untuk di penjara. Ketika remaja pun akhirnya Eva memutuskan untuk bergabung dengan salah satu geng.

Continue Reading »

Next Page »