Ketika detikcom Beraroma Peuyeum

Setelah detikSurabaya, detikcom kini mulai membuka kanal khusus: detikBandung. Secara konsep tentu tak beda jauh dengan detikSurabaya yang lebih dulu diluncurkan sejak 2007 lalu. Namun yang jelas akan berbeda sama sekali dengan detikcom itu sendiri.
Jika dilihat dari konsep sekilas, detikBandung lebih diarahkan pada all about kota Bandung. Ia akan membungkus berita-berita seputar kota Bandung dalam balutan feature. Rubrik-rubrik semacam FO & Distrro, Kuliner, atau Wisata, barangkali akan menjadi andalan.
Yang menarik, rubrik Info Bandung tampaknya bisa dijadikan pegangan bagi wisatawan lokal ketika hendak berkunjung ke kota Bandung, karena memuat daftar tempat belanja, kafe & resto, hotel & penginapan, ATM, sampai rute angkot. Namun untuk news sendiri tetap menggunakan detikcom sebagai acuan utama, meski muatan lokal tetap diusung yang barangkali tak seluruhnya “layak” tayang untuk konsumsi detikcom.
Menurut rencana, detikBandung bakal di-launching secara resmi pada Maret 2008. Maka tak aneh bila pada Rabu 30 Januari 2008, sekitar 80 persen content masih lagi dicomot dari detikcom. Bisalah dikatakan bahwa saat ini detikBandung, yang berkantor di Jalan Lombok No.33 Bandung ini, masih lagi tayang percobaan.
Nah, seperti apa jadinya, kita lihat saja...
Bandung, 30 Januari 2008.
Daniel Mahendra,
Pemerhati peuyeum, eh, detikcom.


Ah menyoal “Detik”
Meski sangat setuju dengan konsep pemberitaannya yang cepat, tapi akhir-akhir ini cukup terganggu dengan bobot beritanya yang terkadang gimanaaa gitu.
Bener nggak, Mas Daniel?
Anda kan pemerhati Peyempuan..:) *lohh*
peuyeum …. peuyeum manis………. peuyeum puan, manis ? ^_^