Pagi yang Sempurna
Ada tiga hal utama yang membuatku merasa sebuah pagi terasa sempurna. Sederhana saja: secangkir teh manis, sebungkus rokok, dan koran edisi hari itu. Kalau satu dari tiga hal itu tak terpenuhi, pagiku tetap berjalan seperti biasa, hanya terasa ada yang kurang.
Pagi tanpa secangkir teh manis, praktis aku tidak bisa merokok. Karena aku pantang merokok jika tidak didahului dengan minum terlebih dahulu. Dan pagi tanpa koran, aku bakal terbata-bata menjalani hari. Tsaah!
Minggu pagi ini, hari pun kubuka dengan secangkir teh manis Walini diwadahi mug Telkomsel, sebungkus rokok Gudang Garam Signature, lengkap dengan matches merek Pilot, serta setumpuk Kompas edisi Minggu. Pagiku sudah terasa sempurna sekali.
Memang ada hal lain yang cukup memberikan kontribusi dan pengaruh untuk memulai sebuah pagi. Yaitu atmosfir. Tapi atmosfir kukira bisa dibangun. So, bagaimana dengan pagi kalian? Hal apa saja yang membuat sebuah pagi terasa sempurna?
Nah, selamat pagi…!
Daniel Mahendra,
pemerhati pagi
Bandung, 3 Februari 2008.


Embun pagi, kicauan burung, dan ketenangan alias nggak ada berisik-berisik baik telepon maupun suara manusia.
pagi yg sempurna adalah ngebuka hari dgn mbaca blog penganyam kata dulu.hehe! mat pagi mas dm.
Pagi yang sempurna adalah pagi yang tanpa Gudang Garam tapi Sampoerna *halah*
bukan teh…, tapi kopi….., bukan GG tapi Sxxxxxxxxx…..