99 Sajak
Hari ini senang sekali bisa memilih 99 sajak yang kurangkum dalam satu kumpulan sajak berjudul Malam Sepenggal Bulan. Hari ini telah kulengkapi pula dengan halaman prelim plus biodata. Lengkap sudah. Berarti hari ini naskah sudah bisa kusetor pada kawan layouter yang sudah menagih-nagih hendak me-layout buku kumpulan sajakku itu.
Dengan demikian, maka hari ini aku bisa meneruskan mengumpulkan beberapa cerita pendekku yang tercecer yang nantinya pun akan kusatukan dalam buku kumpulan cerpen. Rencananya buku kumpulan cerpenku ini akan kuberi judul Amara. Atau entah melihat perkembangan dalam perjalanan saja. Siapa tahu berubah, siapa tahu pula nama Amara yang bakal kuputuskan. Sudah 8 pucuk cerita pendek yang berhasil kukumpulkan. Aku belum lagi tahu, hendak kugenapkan hingga berapa pucuk judul cerpen buku itu nantinya.
Yang pasti, di luar pekerjaan kantor, saat ini aku sedang semangat-semangatnya menulis dan menyusun banyak buku. Porsi membacaku pun bertambah sekian jam dalam sehari. Yang lebih menyenangkan lagi, aku masih sempat nongkrong di kedai dengan kawan-kawan lain yang berhabitat heterogen. Fokus pekerjaan kantor mulai kugeser pelan-pelan.
Daniel Mahendra,
Penganyam Kata.
Bandung, 28 Februari 2008, 02.27 wib.


Amara ? hmm nama yg manis…..buat nama anakmu kelak ya dan…haha