Si Kendi dan Harinya

Twindri Utari bakal ulang tahun Minggu 30 Maret besok. Kelahiran tahun berapa dia? Ah, lupa. Mungkin 76. Atau mungkin 77. Ah, betul-betul lupa. Pokoknya kalau tidak 31, ya 32 usianya.
Tapi ada yang lebih menarik ketimbang mengingat hari ulang tahunnya yang saban tahun bakal tiba itu. Apalagi kalau bukan tanggal 29 Maret. Ada apa? Ternyata setelah melakukan perhitungan hari baek, 29 Maret 2008 adalah hari pernikahannya. Ai-ai…
Setelah pacaran selama 14 tahun (sableng!), jadi juga mereka nikah. Hihihi! Soal putus-nyambung, barangkali itu soal biasa (14 tahun. Kebayang!).

Twindri Utari sahabatku itu tentu saja kupanggil Kendi saja biar praktis. Karena seperti itulah aku memanggilnya: “Ndi, Kendi!”. Tahun berapa ya kenal dia? 2005 atau 2006? Lupa (males liat catatan harian). Kenalnya via mailing-list pula. Hihihi!
Suatu hari kawan-kawan mailing-list sepakat melakukan perkunjungan ke rumah Pramoedya Ananta Toer. Kunjungan nyaris tinggal beberapa hari lagi, eh, Pram masuk rumah sakit, dan wafat pada 30 April 2006.
Akhirnya kawan-kawan sepakat bertemu di pemakaman Pram saja. Sialnya, saat pemakaman, kedua hp-ku mati total. Tak bisa dihubungi dan menghubungi. Jadinya kami sama-sama berada di pemakaman yang sama, tapi tak bisa saling mengenal yang mana kawan-kawan mailing-list. Sungguh sial.
Singkat cerita, di hari-hari kemudian jadi juga kita bertemu. Entah aku yang ke Jakarta atau si Kendi yang ke Bandung. Di samping Kendi ada satu orang lagi anggota mailing-list yang tinggal di Yogyakarta. Donny Verdian namanya (si Kendi biasa memanggilnya: si Jawir! Hihihi). Ia pun berada di pemakaman Pram di Karet Bivak, Jakarta saat itu.
Setiap hari, kami bertiga selalu chating di YM. Saling SMS dan telpon. Isinya: caci-maki semata. Hahaha! Kalau bukan Kendi yang sewot sama si Donny, ya Donny yang mulai berseteru dengan si Kendi. Aku? Biasanya jadi tempat lalu lintas caci maki mereka berdua. Hehe! Namun demikian persahabatan kami makin menjadi saja.
Yang unik, kami bertiga belum pernah betul-betul bertemu bertiga secara langsung. Sementara si Kendi pernah ke Yogya dan bertemu dengan Donny. Begitu pun kalau dia ke Bandung pasti bertemu denganku. Tapi bertiga, belum pernah terjadi. Setiap ada rencana bertemu bertiga di Jakarta atau di Bandung atau di Yogya, selalu gagal.
Awal Maret kemarin Donny baru saja melangsungkan pernikahan di Australia. Eh, giliran akhir Maret si Kendi yang melangsungkan pernikahan. Di bulan dan tahun yang sama pula (aku kapan? Brengsek kalian!).
Nah, karena si Kendi nikah, tentu saja tak mungkin baik Donny maupun aku tidak datang. Akhirnya kita sepakat untuk bertemu di pernikahan Kendi. Tapi dasar Kendi, nikahnya bikin susah orang. Perhelatan diselenggarakan di Puncak. Di sebuah Vila di daerah Cipayung. Bagiku mungkin tak soal. Bandung-Puncak toh relatif dekat. Tapi bagi Donny? Ia yang ndeso banget itu memang bisa naik pesawat Yogya-Jakarta. Tapi (dasar ndeso!) ia kebingungan mesti naik apa Jakarta-Puncak? (Ndeso… Ndeso…).
Kemarin malam si Kendi sempat menelponku, menanyakan riwayat keberangkatan Donny yang kebingungan. Kubilang: “Kamu juga sih, ndi, nikah pake di Puncak. Naik bis mungkin bisa, tapi tetap aja menuju vilanya jauh dari jalan besar. Bikin susah orang.”
Dasar Kendi, jawabannya tak kalah sableng: “Bukan gue salah pilih tempat, Dan, tapi salah pilih temen. Orang susah semua! Hahaha!!” jawabnya berkelakar. Dasar Kendi sableng!
Akhirnya Donny kuminta ke Bandung saja. Hingga aku merawi tulisan ini, posisi Donny sedang dalam perjalanan Yogya-Bandung naik kereta malam (ia ngotot mau naik pesawat Yogya-Bandung tapi kularang. Ndeso tapi ngotot!). Pagi nanti ia sampai Bandung, ngaso-ngaso sejenak, dan kita siap meluncur ke Puncak menggunakan mobil.
Nah, Ndi, tulisan ini sebagai kado pernikahanmu. Juga kado ulang tahunmu lusa nanti (digabung jadi satu aja ya, biar irit! :D). Insya Allah jadi juga kita bertemu bertiga.
Selamat ya, Kendi. Bahagia selalu.
D.M.
29 Maret 2008, 02.13 wib.
Ai, indahnya persahabatan…


makasi daniel….kado yg manis…im so glad to have you all….
To have us all? Threesome dong, Ndi!!!!
hahaha…. ternyata teh kendi sableng juga yah,
salah pilih temen…
mas DM kapan nih? duo sahabatnya udah merit.