Archive for July, 2008

Somebody To Love

Can anybody find me somebody to love?

Each morning I get up I die a little

Can barely stand on my feet

Take a look in the mirror and cry

Lord what you’re doing to me

I have spent all my years in believing you

But I just can’t get no relief, Lord!

Somebody, somebody

Can anybody find me somebody to love?

 

I work hard every day of my life

I work till I ache my bones

At the end I take home my hard earned pay all on my own

I get down on my knees

And I start to pray

Till the tears run down from my eyes

Lord - somebody - somebody

Can anybody find me - somebody to love?

 

Continue Reading »

Epitaph (43)

Keluar rumah sakit pukul 01.00 dini hari. Mas Oki langsung menelpon bapak Laras di Bandung. Mengabarkan: hasil pembicaraan dengan pihak Kodam telah menghasilkan kesepakatan bahwa kerangka tersebut boleh dibawa pulang. Hanya untuk membawanya dibutuhkan surat izin jalan yang hanya bisa didapatkan dari dokter forensik.

 

Mas Oki meminta pada bapak Laras untuk membuat ‘surat kuasa’ atas kerangka Laras yang nantinya dikuasakan pada mas Oki guna membawanya. Setelah menelpon bapak Laras, mas Oki mengontak keluarga pak Birhi yang sudah berkumpul di Medan. Mengabarkan hal yang sama tanpa musti dilengkapi surat kuasa. 

Esok siangnya pukul 11.30 mas Oki kembali menelpon bapak Laras di Bandung, mengabarkan: saat ini ia sedang berada di rumah dokter Edi. Meminta bapak Laras agar segera mengirim surat kuasa tersebut pada alamat SATGAS SAR Pemda TK I Sumatra Utara dengan alamat Jalan Sei Belutu Medan.

Continue Reading »

Sundown At Midnight

The morning I left for Jakarta

There’s not much words

That we could have say

Maybe it simple and we understand it

This could be the end of our days

 

Somehow we don’t have our secrets

That we have to keep it private inside

Just an old memories

And became our stories

Please tell me if i did make it right

 

And I knew… It sundown at midnight

The time when you wave me goodbye

It couldn’t be right

I don’t have to lie girl

Something between us

Close to be true I knew

It sundown in my heart

 

Continue Reading »

Epitaph (42)

8

Negoisasi

 

SIAPA YANG bakal mengira jika prosesnya begitu menggila. Dua hari kami yang di Jakarta terkatung-katung tanpa keputusan jelas. Yang kami ketahui hanya kabar yang sambung-menyambung bahwa negoisasi sedang dilakukan.

 

Mas Oki dan kawannya memang telah bertemu dengan pihak Kodam I Bukit Barisan. Tetapi pihak Angkatan Darat tetap bertahan bahwa helikopter yang telah mereka evakuasi tak terdapat penumpang di dalamnya. Mereka memang mengakui bahwa helikopter yang diketemukan di Gunung Sibayak adalah milik Angkatan Darat. Namun tak membawa mahasiswa IKJ seperti yang tersiarkan media massa. Pantas saja, ketika pencarian dua tahun lalu, tim tentara tidak mau bergabung dengan tim SAR swasta yang terdiri dari pecinta alam mahasiswa. Mereka bersikukuh helikopternya yang hilang jatuh di sekitar lokasi rutin latihan mereka.

 

Kami tetap terkatung-katung dan hampir frustasi karena tidak adanya kejelasan kabar. Padahal, helikopter jelas-jelas sudah lagi ditemukan. Banyak media massa pun menyiarkan identitas penumpang. Apa sulitnya. Kami dari pihak keluarga toh tidak menuntut apa-apa. Tidak terniat menjadikan ini sebagai kasus. Biar itu jadi urusan intern Angkatan Darat. Tapi ini soal manusia.

 

Dan yang tak kalah dahsyat, saat kami yang di Jakarta maupun pihak keluarga belum lagi mendapat kepastian apakah kerangka Laras, Tedi, dan pak Birhi dapat dibawa pulang, kerangka pilot serta co-pilot helikopter itu justru telah diterbangkan dan dimakamkan pada keluarga masing-masing di Jawa. Hebat benar!

 

* * *

Continue Reading »

DIXIGRAF INTERNASIONAL: Mencari Editor & Desain Grafis. SEGERA!

DIXIGRAF INTERNASIONAL

Strategic partner for publishing

 

Sebuah lembaga outsourcing (alihdaya) bidang penerbitan buku yang lahir dari pengalaman profesional dan penggagasan industri kreatif Indonesia, itulah Dixigraf Internasional dengan visi menjadi lembaga outsourcing penerbitan terbesar di Indonesia.

 

Dixigraf Internasional didirikan dengan maksud sebagai partner strategis dunia penerbitan maupun nonpenerbitan. Didukung oleh tim profesional di bidang penerbitan buku yang telah teruji oleh waktu.

 

Apakah Dixigraf ada hubungan dengan Detik@ Integrated Publishing Service?

Dixigraf merupakan penyempurnaan lembaga dari Detik@. Nama Detik@ sendiri tidak digunakan lagi untuk kemudian secara mandiri disempurnakan ulang dengan nama Dixigraf Internasional (Dynamic Inspiring X-Libris Grafika - Pencinta Buku dan Grafika yang Dinamis dan Menginspirasi) dengan semangat juga menjadi lembaga outsourcing penerbitan yang mampu berkiprah di tingkat regional ASEAN.

 

Dixigraf telah mengalami penyempurnaan sistem dan pelayanan untuk memudahkan berbagai personal, penerbit, maupun lembaga nonpenerbit untuk mendapatkan layanan one-stop publishing service dari mulai penulisan, penyuntingan, penataan desain, pencetakan hingga pendistribusian (marketing).

 

Saatnya menyambut era baru perbukuan nasional dengan kemudahan pelayanan seperti halnya yang terjadi di negara-negara maju. 

Untuk itu, Dixigraf mencari tenaga-tenaga muda di bidang:

Continue Reading »

Selusin Tahun Lalu

kutanya kawan-kawanku

: pada tanggal yang sama, sedang apa engkau 12 tahun lalu?

jawabnya,

: entahlah, aku tak ingat!

nyatanya, 12 tahun lalu

ada yang teriak

ada yang berambut cepak

ada yang bergerak

ada yang menggebrak

ada yang merah

ada yang berdarah

ada yang marah

ada yang gerah

ada yang menguasai

ada yang dikuasai

ada yang mengungkap

ada yang membekap

27 Juli 1996

27 Juli 2008

apa yang sudah kita lakukan

selama 12 tahun terakhir ini…

Continue Reading »

Kalau Bisa Lebih, Mengapa Mesti Biasa-biasa Saja?

Beberapa hari yang lalu seseorang mengirimkan SMS. Isinya sederet kalimat berupa judul tesis yang akan ia ajukan. Ia sedang minta masukan. Karena sedang di kendaraan dan juga karena SMS ke PDA, adalah sulit untuk membalasnya secara langsung saat itu juga.

 

Tapi sejak SMS siang itu, karena kesibukan, aku malah lupa untuk membalas dan memberi masukan seperti yang ia minta. Karena malam harinya, yang biasanya sebelum tutup hari kugunakan untuk mengecek SMS-SMS yang masuk dalam seharian penuh, malah luput sama sekali. Maka, ini lah kesempatanku untuk menjawab:

 

Sayang sekali, aku mesti jujur mengatakan bahwa judul yang kau sodorkan sangat-sangat sederhana. Bukan judul tesis. Tapi tak lebih tipikal sebuah skripsi S1. Aku tak mengatakan tidak bermanfaat, tapi kalau itu yang dijadikan penelitian, rasanya tesismu itu sekadar untuk lulus S2 semata. Tak lebih. 

Sayang sekali, aku mesti jujur mengatakan bahwa itu bisa saja dijadikan penelitian, tapi efeknya sangat terbatas. Orbitnya tak luas. Secara akademis pun tidak memberikan kontribusi yang berpengaruh bagi berkembangan ilmu secara holistik.

Continue Reading »

Next Page »