Archive for August, 2008

You Are My Life

Once all alone

I was lost in a world of strangers

No one to trust

On my own, I was lonely

You suddenly appeared

It was cloudy before but now it’s clear

You took away the fear

You brought me back to life

 

You are the sun

You make me shine

Or more like the stars

That twinkle at night

You are the moon

That glows in my heart

You’re my daytime my nighttime

My world

You’re my life

 

Continue Reading »

Jatuh Rindu Tiada Tara

Dulu ketika diminta bekerja di sebuah penerbit besar di Bandung, suasana kantorku betul-betul “ajaib”. Ajaib yang kumaksud tak lain karena sepanjang aku bekerja kantoran, belum pernah aku mengalami suasana seperti di kantor itu. Kantor itu sejatinya bukanlah sebuah komplek perkantoran. Namun tak lebih sebuah kawasan umum di mana beberapa anak perusahaan terpisah-pisah satu sama lain, hanya saja masih dalam satu grup besar usaha.

 

Nah, yang membuatku terbelalak di hari pertama kerja di sana, di kantor itu setiap adzan Dzuhur tiba, orang-orang serentak menghentikan pekerjaannya. Berdiri, mengganti sepatu dengan sandal, dan pergi ke mesjid. Wow! Sementara aku yang masih kerasan di balik meja hanya bisa terbelalak (kawan-kawan di kantor itu pun terbelalak demi melihat ada orang masih duduk di balik meja!)

 

Ketika sampai pelataran kantor, aku lebih terbelalak lagi. Orang-orang dari berbagai kantor di komplek itu berbondong-bondong pergi ke mesjid. Jumlahnya ratusan. Seperti air bah yang tumpah menggenangi perumahan. Tidak laki-laki, tidak perempuan. Semua beramai-ramai pergi ke mesjid. Belum lagi ditambah masyarakat sekitar. Huah! Ini apa? tanyaku dalam hati. “Ini belum lagi Idul Fitri kan?” batinku terheran-heran.

 

“Inilah kebiasaan di sini. Setiap waktu sholat tiba, kita semua ke mesjid. Berjama’ah di sana.” ujar Deny, seorang editor di kantor itu.

“Tapi ini kan sholat Dzuhur? Kenapa bisa seramai ini? Seperti lebaran saja!”

“Itu sudah jadi kebiasaan. Mari.” ucapnya tersenyum sembari menggulung pipa celana.

Continue Reading »

50 Tahun Sudah

bagaimana rasanya menjadi 50 tahun, Kawan?

masihkah kau merasa muda dan kesepian?

apa yang kau rasakan ketika memasuki usia setengah abad ini?

sudahkah kau merasa cukup?

 

lebih dari 25 tahun aku mengenalmu

namun 50 tahun yang kau sodorkan padaku

kau tunjukkan makna hidup, cinta, kesunyian,

persahabatan, duka nestapa, serta kebahagiaan

 

namun tetap kau hadirkan arti kosakata perjuangan

hari ini kuinsyafi: kaulah yang selalu menemaniku

melewati hari-hari sunyi yang kerap mengiris-ngiris hati

tanpamu, sulit melihat diriku seperti hari ini

 

karena nyatanya denganmu jualah aku tumbuh dan terbentuk

selamat memasuki usia setengah abad, Kawan

beribu terima kasih atas

cinta, kasih sayang, serta persahabatan selama ini.

 

Love,

D.M.

 

29 Agustus 1958

29 Agustus 2008

Nadyan

nadyan aku tansah kelingan sliramu

nadyan tansah kalingan sedyamu

 

nadyan aku kang nggandeng tanganmu

tan biso tanganku, nadyan mung nggandeng ning impen 

nadyan mung kelingan, nadyan kaling-kalingan

Continue Reading »

Writing Is A Business, Not A Job

Begitu kata Dan Poynter, God Father ribuan buku di US. Benarkah? Apakah menulis bukan lagi sekadar pekerjaan? Memang jamak terbukti bahwa penulis bukan lagi sekadar profesi. Ia telah menjelma menjadi sebuah kekuatan di mana tidak ada bidang di dunia ini yang bisa lepas dari tulis-menulis. Hingga tak aneh bila muncul keterampilan yang disebut business writing.

 

Menulis adalah semacam keterampilan (skill) sehingga tidak semua orang bisa memilikinya tanpa berlatih dan mendalaminya terlebih dahulu. Namun, menulis bukanlah bakat karena setiap orang bisa menguasainyatidak peduli siapa pun Anda, berapa pun usia Anda, dan apa pun latar belakar Anda.

 

Kini tidaklah aneh bila kegiatan menulis bukan lagi sekadar mengarang cerita dan mengirimkannya ke penerbit atau media massa. Perkembangan dunia penerbitan di Indonesia yang makin menjelma sebagai “industri” (kata industri sengaja kupeluk dengan tanda kutip), membuat kegiatan menulis betul-betul membuka kesempatan lebar sebagai bisnis yang menjanjikan. 

Persoalannya adalah: adakah yang betul-betul percaya bahwa kita dapat hidup dari menulis? Kalau pun bisa, dapatkah dijadikan pegangan hidup? Jika pun dapat, bagaimana masa depannya? Meski tak sedikit penulis yang betul-betul setia terhadap profesinya dan sungguh-sungguh bersikeras menggantungkan hidup dari menulis semata. Dan biasanya, karena keras kepalanya itu, mereka memang berhasil serta menjadi penulis besar.

Continue Reading »

Karena Kita Masih Lagi Manusia

Anda pernah terburu-buru? Setiap orang pasti pernah terburu-buru. Entah itu karena telat, entah karena waktunya mepet, atau karena mengejar sesuatu. Apa pun itu, pasti pernah. Terburu-buru memang berbeda dengan bersegera. Agama lebih menganjurkan bersegera ketimbang terburu-buru, karena secara pemaknaan bersegera jelas berbanding terbalik dengan terburu-buru.

 

Pagi tadi giliran aku yang ketiban terburu-buru. Padahal bangun pagi tadi kekuatan semangatku lipat kali dari biasanya. Apalagi ini hari Senin. Tak sabar ingin bersegera kembali kerja. Tapi ini dunia, bukan surga. Ketika kita sudah membuka mata, segala tuntutan pun menyergap di depan muka.

 

Tuntutan bisa apa saja. Tergantung kita, memaknainya sebagai tuntutan atau tantangan. Pagi yang indah tadi mesti disambung dengan telpon penerbit: minta data spesifikasi buku, karena copyright baru hendak diurus ke PTS, sebuah penerbit besar di Malaysia. “Waktunya mepet.” Biuh! Laptop kutinggal di kantor semalam. Data jelas di sana. Tidak bisa lain: mandi! 

Kelar semua persiapan, tiba-tiba teringat pembayaran PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) rumah. Tanggal berapa ini? Biuh! Berarti mesti ke bank dulu. Aih, pemerintah memang paling getol kalau soal pajak. Tapi ini memang wajib. Dan aku masih lagi warga negara republik ini. Tapi kemeja? Mana kemeja-kemeja itu? Kusambar yang paling cepat tertangkap mata. Lari ke garasi, dan…

Continue Reading »

Lost

‘Cause you are not alone

I’m always there with you

And we’ll get lost together

Till the light comes pouring through

‘Cause when you feel like you’re done

And the darkness has won

Babe, you’re not lost

When your worlds crashing down

And you can’t bear the thought

I said, babe, you’re not lost

 

Continue Reading »

Next Page »