Progress Kerja Perpustakaan
Kegiatan hari pertama lebaran hanya online, bebenah perpustakaan, nerima tamu, online lagi, bebenah perpustakaan lagi, makan, nerima tamu lagi, terus seperti itu. Tapi aku menemukan kesenangan tersendiri. Rupanya bebenah perpustakaan ini progress-nya makin tampak.
Aku berhasil memasukkan ratusan buku ke dalam 2 rak tinggi. Meski masih ada 8 rak tinggi yang masih meringis tanpa isi, tapi kemajuan kerja perpustakaan di hari pertama lebaran ini cukup berarti. Diiringi bunyi ratusan SMS ucapan lebaran yang terus saja masuk, aku ngebut kesetanan di perpustakaan.
Ruangan masih berantakan. Buku-buku dan dus-dus isi buku masih berserakan di karpet. Pusing juga melihat tumpukan buku di lantai seperti itu. Belum ribuan majalah yang menggunung itu. Hih! Bakal pusing mengklasifikasikannya. Meski kini sudah tak ada koran lagi. Hmm, cukup sedih juga kalau mengingat soal koran itu. Tahun 2006 aku mesti kehilangan koleksi koran Kompas yang tersusun rapi urut tanggal sejak tahun 1997 hingga 2006. Betul-betul urut tanggal!
Kalau ingat lagi, pingin nangis saja rasanya. Bagiku itu koleksi berharga. Terutama saat-saat krisis ekonomi di Indonesia dan berakhir dengan suksesi kepemimpinan. Betapa dengan koran itu aku bisa merunut kronologis kejadian hari demi hari. Hilang sudah. Tapi aku tak bisa menceritakannya di sini kenapa sampai bisa hilang. Tapi hidup tetap mesti terus berjalan toh? (ayoh, jangan cengeng, Daniel!).

Aku memang gila dokumentasi. Apa pun kudokumentasi. Buku, majalah, koran, tabloid, surat-surat, bukti pengiriman telegram, bill telpon, kartu-kartu ucapan, undangan pernikahan, tiket pesawat, tiket kereta, tiket bis, bahkan tiket nonton bioskop dengan (mantan-mantan) pacar pun lengkap rapi kusimpan.
Yang lebih menyenangkan lagi, tak jarang perpustakaanku dimanfaatkan orang untuk membuat skripsi atau tesis. Tentu senang bisa membantu menyediakan data yang diperlukan. Aku hanya minta satu syarat: beri aku 1 eksemplar skrispi atau tesisnya. Hanya itu. Maka bahkan skripsi atau tesis orang lain pun kudokumentasi.
Tak jarang pula seorang kawan atau kenalan atau mungkin belum kenal sebelumnya menghibangkan bundel majalahnya yang tertumpuk di gudang. Atau buku-buku tua yang ia sudah enggan menyimpannya lagi. Kalau sudah seperti itu, aku pasti girang bukan kepalang.
Lha, untuk apa semua itu? Ya, mereka semua adalah materi yang sangat-sangat berharga yang akan menjadi harta karun bagi bahan penulisanku. Tak jarang dari ratusan surat-surat yang terkumpul sejak SMP itu, aku bisa merawi banyak cerpen dari sana (jangan lupa,dulu belum ada e-mail). Dan jika hendak merunutkan kejadian atau peristiwa tertentu, atau film tertentu, tiket-tiket bioskop itu yang akan menjawabnya (jangan lupa, dulu belum ada google).
Ambil contoh, ketika aku membutuhkan data tentang Sarjana Pendamping Tani yang turun ke desa, lengkap dengan program tani, tanam padi setahun 3 kali, jenis pupuk, serta kebiasaan sosial di suatu geografis tertentu, aku tinggal sibak surat-surat itu. Karena pola korespondensiku memang berdiskusi. Siapa yang bisa mengira kalau semua itu bisa jadi cerpen, novel, atau artikel. Maka jika ditanya: apa yang kau maksud dengan harta karun? Maka jawabanku bisa ditebak: Itu, di perpustakaan itu. Tak lain!
Tak jarang seorang kawan terhenyak ketika sedang berkunjung ke rumah, kutunjukkan puluhan surat-suratnya yang masih tersimpan rapi dalam lemari arsip, lengkap dengan keterangan periode pengiriman dan waktu diterima. Bahkan yang lebih lucu lagi, seorang mantan pacar pernah menyerahkan ratusan suratku padanya untuk disimpan olehku ketika ia hendak menikah.
“Kenapa?” tanyaku.
“Kamu lebih rapi menyimanya.”
Haha!
Nah, kini perpustakaanku sedang berantakan, karena sedang kutata ulang. Biar ada penyegaran suasana. Masih membutuhkan waktu yang tak sedikit untuk menyempurnakan ini semua. Mumpung libur kantor. Aku akan ngebut. Lebaran hari kedua akan kumulai lagi.
Foto di atas kuambil dengan PDA butut pada pukul 02.45 wib. Dengan pencahayaan yang tentu tak sempurna. Ini memang sekadar catatan harian. Tapi aku yakin, tentang pendokumentasian itu pasti ada juga manfaatnya untuk disimak (ih, sok PD gitu si DM?! Biarin! Hehe).
Nah, aku Subuh dulu. Selamat pagi.
Kamis, 2 Oktober 2008 | 04.40 wib


hmmmm begitu rupanya pemandangan perpustakaanmu DM…. Tutup saja dinding di belakang meja kerja dengan satu rak lagi, sampai ke langit-langit.
Kalau aku …seandainya aku masih di Jakarta, pasti aku buat perpustakaan. Sayang di sini tidak bisa, karena aku tinggal di lantai 4, dan berat buku bisa membuat roboh apartemen ini. Sungguh aku merindukan SPACE di sini…
Mau beli rumah yang ada ruang bawah tanahnya dan bisa dijadikan perpustakaan dan tempat berlindung kalo ada serangan udara (hahhaha…sekalian dikubur di situ maksudku). Apa daya yen di sini hanya mampu untuk bisa bertahan hidup.
So, selamat menikmati lebaran hari kedua dengan pekerjaan menata buku dan jangan kamu baca lagi surat-surat cinta mantan-mantanmu… kalo tidak …pekerjaan itu akan selesai lebaran tahun depan. (BTW surat cinta yang lewat email tidak di-print? hihihi). Dah ah, aku mau nguli dulu dan bertemu dengan mahasiswa yang muda-muda spy tertular mudanya.
Ikkyu_sans last blog post..Kacamata dsb
Ho ho ho…your small heaven on Earth eh…
Tinggal bikin katalognya Dan, nanti kalau sudah usai bebenahnya (memang punya waktu?).
Yogas last blog post..Pulang Bagiku…
Duhh senangnya….jadi ngiri…..
Saat membangun rumah di Cilandak, udah berniat bikin perpustakaan….apa daya karena keuangan terbatas, saya harus memilih tetap melanjutkan membuat almari yang memanjang sepanjang dinding, atau menyimpan sebagian uang untuk berjaga-jaga…akhirnya memilih yang kedua…maklum saya punya anak yang sudah beranjak dewasa, siapa tahu ada kemungkinan bisa melanjutkan kuliah ke luar negeri atau untuk cadangan biaya menikah. Akibatnya, buku masih ditumpuk dalam kardus dan almari.
Khusus si sulung punya ruang kerja tersendiri, yang kompie nya sering saya pakai untuk menulis dan gogling…..berantakannya luar biasa. Semenjak dia berangkat belum sempat dibereskan, ntar kalau udah rapih tak foto deh…hehehe….tapi jangan diketawain ya…
edratnas last blog post..Menjelang Adzan Magrib beberapa tahun lalu
look who’s talking!
aku diprotes bilang kamu “kayak setan” di kantor, kamunya sendiri yang ngomong “kayak setan” juga di rumah!
wakakakak! tunggu, ngakak dulu… wakakakak! lucuuu… addooohh…. sakit perut…
i rest my case, deh!
kaleeem… tarik napaaass….. yak!
hmm… udah berani pamer the right angle, huh?
semua juga udah tau kaleee….
wakakakak!
demen banget deh sama entry yang ini, DM!
*ngakak guling-guling sampe sakit perut*
marshmallows last blog post..Blogger Made Friendly vs Homeworks
bikin entry kayak gini pasti gara-gara miara kumis sama jenggot deh.
wakakakakak…
doooohh… plis, de eeeemmm….
aku gak bisa brenti ketawa banget niiiyy…
sekali lagi deh quote yang ini, my sentence of the day:
wakakakakak… tolooong… mau pingsaaaann…
Salut Om DM betapa Rapinya jadi kepincut ama Perpustakaannya hehe hehe saya juga lagi belajar ,dan merapikan koleksi ……
Mas DM pasti orang yang sangat menghargai proses salut mas dan selamat serta ikut berbahagia mudah mudahan satu saat bisa bertandang maen ke rumah Mas DM sambil Ngangsu Ilmu pada mas DM
Salam Hormat Dari Gunung Kelir
genthokelirs last blog post..Idul Fitri
Saya jadi iri melihat sistem pengarsipan yang begitu tertata rapi. Soalnya saya tidak pernah bisa membuat sistem pengarsipan yang serapi itu. Bahkan kadang-kadang saya begitu abai dengan pengarsipan, sehingga sering kehilangan catatan-catatan berharga. Saya harus belajar banyak nih dari Mas Daniel.
Cieeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee….
Dikilo ke tukang-tukang yang lewat ali korannya, kan lumayan tuh berkilo-kilo tentunya… :p
ididiiiiiii siriiiiikkkkkkkk cumiiiiiiiiiiiiii……. mana kiriman part ke- 2 ? gag boleh milih sendiri ya……? itu di meja kerja mu taro fresh lily sama foto pacar doong…. biar lebih hidup hahahaha
wow…. perpustakaan Daniel Mahendra !!!
rak-nya tuh…tinggi banget, jangan lupa sediain tangga …
*mencari-cari….bagian surat-surat cinta disebelah mana yah?*
tantis last blog post..Ebony and Ivory
Wow, hobimu mendokumentasi sudah seperti Pram
Salam dari negeri seberang, Bung
ttd,
Artis negeri Jiran berkacamata hitam dan berbagasikan gitar!
Donny Verdians last blog post..Ketergantungan Itu
wah, salut dg mas daniel yang sangat displin dalam melakukan pendokumentasian. sangat beda dg saya yang paling males kalau mesti berurusan dg masalah yang satu ini, haks. btw, numpang OOT, mas daniel. Kami sekeluarga turut mengucapkan selamat hari raya idulfitri 1429 H, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita bisa kembali ke fitrah-Nya, amiin. Salam silaturahmi.
wooaahhh!! buku sebanyak itu koleksi sendiri ? ck ck ck … bener-bener harta karun! kalau sudah begini, waspada bukan sama maling, tapi sama tukang loak, mereka pasti ngiler lihat buku sebanyak itu .. eh padahal saya juga udah mulai ngiler nih, apa saya tukang loak ya ?
mascayos last blog post..Mohon Maaf Lahir Bathin
Harta karun yang luar biasa… mulai dari SMP sudah mempunyai fikiran sedemikian majunya. Salute Mas DM, Sukese selalu. thanks
Yuliss last blog post..MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN
Duuuhhhh Mas Daniel keren banget deeeeeehhh!!!
Bikin ngiri..
Hihi..
Pengen banget puny perpustakaan pribadi seperti itu..
Klo impianny mas daniel yg puny perpus pribadi dah terwujud, klo impianku.. Jg puny perpus pribadi, masih mengendap di alam bawa sadar dan mengikuti kemana aq pergi.. Masih dlm proses mewujudkanny..
Setahap demi setahap ya mas..
Jd semangat lagi tuk bikin perpus pribadi nih.. Hehe..
Trimakasih mas..
Suka baca postingan ini.. Terbayang asyikny baca buku di perpusny mas daniel..
Lho..Kok jd di perpusny mas daniel ya ngebayanginny.. Hihi..
Someday.. Boleh ya.. Zahra baca2 disana??
Ya..Mas ya..
Ntar tak bawain kolak ayam dr gresik dah..
Hihi.. *ngrayu mode ON*
Pdhal ga pandai ngrayu..
Oya mas..
Aq blm sungkeman ma mas..
Taqabbalallahu minna wa minkum..
Mohon maaf atas smua salah dan khilaf
maafin aq ya mas..
Moga amal ibadah ramadhan kita diterima Allah dan di ijinkan bertemu ramadhan berikutny
amin.. amin.. Allahumma amin..
Met idul fitri 1429 H
Hmmm..jadi ingat seorang kerabatku yang mendokumentasi tiket tol sejak tahun 80-an, kali pertama beliau bekerja. Dan dia hidup sendiri sampai usia melebihi 50 tahun sekarang. *Nggak ada korelasinya sih*
O jadi gitu ya. Surat-surat mantan pacar juga disimpan.
Tapi salut loh, bisa menyusun dan mengkategorikan begitu. Padahal bikin pusing kan?
suhadinets last blog post..Tag Award dari Catra, Pak Sawali, dan Mas Donny
@DM:
maksud rinurbad yang kutangkap adalah “kalau orang suka mendokumentasikan sesuatu, dia bakal hidup sendiri sampai tua”.
timbang koleksi tiket tol doang jomblonya sampe umur 50, apalagi yang gila dokumentasi sampe semua-mua disimpen. gitu, DM.
this is only my humble personal opinion, though.
aku bukan ngomongin konten tulisan ini loh! bukan!
aku cuman menterjemahkan relasi antara koleksi tiket tol dan kesendirian.
@DM:
siapa yang bilang hasil terjemahanku ada hubungan?
gak ada!
yang ada dan signifikan itu adalah relasi antara kisah kolektor tiket tol yang jomblo dengan
penulisartikel ini.lagi-lagi, sekadar analisa sederhana, DM.
sampelnya pun tak cukup.
kalau mau dibuat cohort study, kamu bisa juga jadi sampel kayaknya.
haha!
@DM:
wakakakak!
udah kubilang dari awal, entry ini kocak banget, membuka semua kesempatan buat nonjok kamu.
gak salah banget aku demen banget sama yang ini.
pas kan genre-nya komedi?
huahaha…
numpang ketawa duluuu…
biarin, dodol dodol deh, yang penting lucuuu…
wow, salut banget pak daniel. rajin, teliti, komplit, dan rapi. sesuatu yg sulit saya lakukan, berhubung kenomadenan saya.
saya hanya bisa mengucapkan selamat dan sukses. sesuatu yg mengingatkan saya pada gus tf dan wisran hadi (sahabat serta dosen teater saya) di padang.
pokoknya sukses deh!
Zulmasris last blog post..Libur nan Sepi
Ouw.. Gitu ya mas..
Makasih masukanny ttg mewujudkan impian itu.. Hingga impian ndak sekedar tinggal impian aja tnp perwujudan..
Aq nggak ngerasa di gurui kok..
Seneng malah.. Dpt masukan gitu..
Thanks dah sharing mas..
Baca commentny dan balesan commentny mbak marshmallow jd berfikir keras.. “Hubunganny apa ya dengan progres perpustakaan”
sepertiny memang ga ada ya..
Ato itu klo di terjemahin hny 1 kata “nyuruh penulis artikel ini lekas nikah, biar gak jomblo smp 50 th, yg nunggu kan kasihan tuh”
hehe..
oups.. Ini beberapa kata ya.. Bukan hany 1 kata..
Zahras last blog post..Kupu-Kupu…
@marshmallow, makasih atas analisisnya.
Banyak memang hobiis dokumentasi baik pria maupun wanita, yang saking ribetnya barang yang menurut pandangan umum udah layak dibuang pun keukeuh disimpan. Tapi khususon kerabatku itu (cowok lho) sangat rapi menata koleksi tiket tol dan (ini yang lupa kuceritakan kemarin) uang logamnya. Soal berapa juta sudah, aku nggak tahu. Tepatnya nggak berani nanya..:p
Aku pernah kebagian ‘warisan’ buku-buku notes besar dan segambreng amplop coklat koleksi beliau jaman ngantor pertama kali, semuanya masih mulus dan hanya sedikit menguning. Keren, kan?
Korelasinya dengan kesendirian adalah..mungkin beliau terlalu asyik koleksi ini dan itu, sehingga melupakan ‘dunia luar’. Dan tampaknya kategori satu itu cocok bener sama Daniel Mahendra..wikikiki..*kabuuuur*
@rinurbad:
ya ampun, temanmu itu mirip ehem… beliau ini dong.
ahuhuhu…
bener-bener deh ini postingan bikin hariku cerah sekali…
@zahra:
kamu baca lagi deh tulisan ini, terutama paragraf #5, trus baca komen mbak rinur tentang temannya itu, terus kamu tarik kesimpulan induktif dari persamaan kisah DM dan teman mbak rinur itu.
misalnya: zahra anak mama orangnya manis, kakaknya zahra juga manis, berarti anak-anak mama semuanya manis.
dengan pola yang sama buat kesimpulan induktif dari contoh cerita para kolektor di sini. udah? hasilnya disimpan sendiri aja, ya?
sori, de eeeeemmmm…
becandaaaaa…..
eh, maaf lahir dan batin lagi dooong…
@mbak marshmallow..
Okey deeh..
Thanks pencerahanny
met ngakak terus aja..
Moga hariny cerah selalu
@marshmallow: Kita liat aja DM 10 tahun lagi..eh jangan ding, kelamaan. Dua tahun juga cukup.
Daniel, ngomongin dodol aku jadi inget tren blook. Kayaknya kisah personalmu bisa dibukukan jadi Lajang Dodol Penggemar DS! *ngacir lagi*
*ngakak terguling-guling membaca komentar Mbak marshmallow*
Mbak, kita liat aja DM sepuluh tahun lagi. Eh jangan ding, kelamaan. Dua tahun aja cukup kayaknya.
Daniel, ini tak OOT ya. Perpus emang identik dengan sepi..sendiri..makanya ada legenda hantu perpustakaan.
Kalo buku-bukuku termasuk yang didokumentasikan, tolong dirawat ya..*naon sih:p*
DM: Dulu betapa sulitnya aku untuk punya sekadar komputer atau laptop. Melihat orang asyik online di cafe, aku hanya bisa senyum-senyum sendiri.
Rinurbad: Tuh kan, sendiri. Serem dyeh..
DM: Kini alhamdulillah, aku belum pernah bertemu teman yang kapasitas laptopnya melebihi spek laptopku.
Rinurbad: Uhuk-uhuk.. Sedikit kilas balik. DM yang dulu bilang ngeblog itu ribet de el el, mendadak online sepanjang hari di YM kemudian bertransformasi menjadi penginvis lantaran super sibuk..:>
bikin kartu perpusnya, syaratnya apa?
daaaan jreeeengggg…..
those are my favorite honest statements of all time…
i rest my case, de eeeemmm…
@rinur:
iya, gak sabar nunggu tahun-tahun ini berlalu ya, rin? cohort study!
marshmallows last blog post..Lebaran di Kampung Blagu
Weks, ternyata komen pertamaku masuk yak? Waktu itu error..jadi aku ulang. Duh..mahap ya, Dan.
Yang ngangenin itu bagian mana ya? Aku rasanya begini-begini aja memang..nggak ada yang berubah.
Tuuh kan, DM mulai kecanduan online. Waah, bisa mencetak rekor baru atuh..ngeblog sambil meeting, atau ngeblog sambil nyetir barangkali?
Dokter Hemma Yulfi, aha!! Tak sopan nian ya selama ini aku manggil Marshmallow terus..kalau dua tahun masih kelamaan, kita lewat quantum leap aja yuk..pengen tau DM versi mendatang:p
Oh ya, sebaiknya Dokter siap-siap bikin Klinik Rehabilitasi Kecanduan Internet. Daniel calon pasiennya tuh..hihihi..
@DM:
woi, dodol! maksud lo?
ini aku perhatikan udah beberapa kali ada colongan yang gak bertanggung jawab banget.
mau ngerjain aku? gak penting banget yak!
iiihh…memang dodol banget deh si DM ini! dasar! awas kamu, ya!
gini nih kalau keseringan nonton film Beautiful Mind, jadi kebanyakan halusinasinya kamu.
berobaaatt, woi!!!
@rinur:
gak usah didengerin, rin.
dia sebel aja aku bolak-balik ngerjain dia tuh, pengen banget balas. (puwasss, DM?)
btw, nama eykeh marshmallow, boow.
aku tuh gak kenal sama dokter… siapa yang kamu bilang itu, rin? ah, entahlah.
pokoknya aku marshmallow aja. gitu, rin.
*masih kesal sama DM*
marshmallows last blog post..Lebaran di Kampung Blagu
Walah, ampun, Bu Dokter..ketularan dodolnya Daniel? Benar-benar kronis dan membahayakan dia ini..sudah stadium berapa? Kayaknya saya punya serum penangkalnya deh. Soalnya banyak yang bergelimpangan di ICU, berapa jahitan pulak..
Oh ya, Daniel..kembali pada tuan rumah..
aku tau calon apa. Calon legislatif Partai Dodol Nasional! menggantikan KPJB..Komite Peduli JomBlo.. wakakakaka..
Sok atuh..bikin jingle, terus ngiklan di TV..
jangan lupa bikin merchandise, bagi-bagi..jumpa fans! Siapa tahu ada yang nyanggut..kikikik..
Buat berobat lah, katanya kamu sakit jiwa. Penyakitmu ini tampaknya memerlukan biaya milyaran untuk sembuh.
Maunya sih komentarin tentang betapa rapinya seorang Daniel Mahendra mendokumentasikan apa saja..
tapi setelah scroll ke bawah..
baca-baca…
scroll makin ke bawah…
nggak cuman baca, tapi meringis…
dan terus, terus ke bawah…
ngakak sambil terguling di lantai!
Tau ga sih, DM…
Kamu dan Marshmallow itu super kocak!
Berhubung belum pernah main ke blog si Ibu Dokter… belum tahu statusnya gimana…
Sepertinya sih…
You are perfect for each other!!! hihihi…
Selamat ya, DM…
akhirnya..
Lalas last blog post..if it’s really yours…
@lala:
perfect strangers iya kali, la!
doohh… siapa nih yang musti bertanggung jawab mengklarifikasi persepsi yang keliru ini?
lala manis, aku tuh gak demen cowok. hihi!
itu aja deh klarifikasinya. biasanya manjur.
marshmallows last blog post..Nonton Bareng Warga Kampung Blagu
Kayaknya aku perlu memprovokasi mantan-mantan DM untuk ngeliat entry ini..gawat pisan berhubungan sama orang yang suka mendokumentasi surat cinta..bisa dijadikan bukti di pengadilan! Syerem dah..
Tapi saha wae nya mantan kamu teh, Dan? Meni segambreng atuda..
Oh ya Dan, kalo kamu cukup rajin dan cukup punya waktu untuk mengarsip bacaan..sok atuh gabung http://www.goodreads.com. Ini mah serius, seserius waktu aku nyaranin dirimu ngeblog.
Harus cukup punya waktu lah ya, cenah sakaw kalo nggak online sehari:p
hmmmm….bener bener terdokumentasi dengan amat sangat baik, sampe sampe taplak mejanya pun aku yakin itu adalah juga peninggalan jadoel juga. yang masih tersimpan rapi….
Hanya sekadar usaha pendomentasian saja (kecuali ada yang tiba-tiba ngaku-ngaku bahwa aku bapak dari anaknya. Baru dibawa ke pengadilan tuh. Wakakakakkk!!!).
**Itu juga yang kemarin mau kubilang. Tapi setega-teganya aku, masih lebih tega membiarkanmu mengaku sendiri lah..:p
Itu namanya suatu perpustakaan yang mulai tertata rapi..
Hiks.. jadi pengen yang kayak gitu.. bukuku tersebar di r tidur, r komputer, gudang, r kerja.. ampyun deh.. yang namanya lemari.. selalu kurang.. selalu kurang..
Om…
ada buku-buku Fatima Mernissi ngga…?
bila ada…PINJEM dong..!
tugas kuliah nih..tapi parahnya ekeu ngga ngerti siapakah dia..huhuhu..
miSSiSSmas last blog post..Fun Thursday!