Archive for the 'Koran Pagi' Category

Kompas 9 Oktober

Seorang terpelajar harus juga belajar berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi perbuatan (Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia, hal. 52)

Siapa yang menyimak harian Kompas edisi 9 Oktober 2008 kemarin? Bagaimana menurut Anda? Aku tak begitu suka dengan Kompas edisi tersebut. Bukan, bukan content-nya. Tapi lebih pada ucapan Idul Fitri dari Partai Demokrat yang diletakkan di halaman depan yang terpasang setengah halaman koran penuh berbentuk vertikal.

Memang terkesan unik (aduh, apa jenis iklan koran semacam itu. -Kemana saja ilmu kuliahmu woi!). Setengah halaman vertikal di depan, lantas menyambung ke halaman belakang secara normal. Teks Kompas serta keterangan waktu edisi terbit masih tampak nyata meski berbeda halaman. Namun ya itu tadi, bagiku pribadi cukup mengganggu. Mengganggu?

Ya. Di sana, selain tampak foto Presiden SBY (meski tidak dalam kapasitas presiden), terdapat teks berbunyi: Partai Demokrat Bersama SBY Mengucapkan Mohon Maaf Lahir & Batin. Dilengkapi logo partai plus nomor urut pemilu. Di baliknya, berisi opini orang-orang atas judul pertanyaan Mengapa Rakyat Memilih Partai Demokrat?

Weh, ini jelas koran nasional. Dengan tiras yang tak sedikit tentu. Peletakan ucapan Idul Fitri dari sebuah partai peserta pemilu semacam itu, tidak bisa tidak: jelas mencuri perhatian. Akan berbeda sama sekali jika dipasang di halaman dalam, meski satu halaman penuh sekalipun.

Continue Reading »

Anggaran Terbatas, Alutsista Makin Tua

Baru saja memposting tulisan soal negara maritim, berita Kompas hari ini (11/3) pada rubrik Kilas Politik & Hukum halaman 2, mengusung tajuk Anggaran Terbatas, Alutsista Makin Tua.

Kondisi alat utama sistem senjata atau alutsista TNI, terutama Angkatan Laut, sudah semakin tua. Adapun dukungan anggaran untuk perkuatan persenjataan masih terbatas. Oleh karena itu, jajaran TNI AL diharuskan meningkatkan budaya keselamtan operasi, latihan, dan kerja. Kepala Staf TNI AL Laksmana Sumardjono menekankan hal itu kepada jajarannya melalui amanat tertulis yang dibacakan Panglima Komando Armada Barat Laksamana Muda Agus Suhartono pada apel khusus di Markas Komando Armada Barat TNI AL, Jakarta, Senin (10/3). “TNI AL memiliki tugas trimedia, yakni di laut, darat, dan udara. Keselamatan penting.” katanya.

Di bawah berita itu, malah tersaji ucapan terima kasih sebesar setengah halaman koran dari Metropolitan Group, Jaya Group, dan Ciputra Group kepada Universitas Tarumanagara yang telah memberikan gelar Doktor Kehormatan bidang Ilmu Teknik pada Dr. (Hc), Ir. Ciputra.

Ah, ada-ada saja kait-mengait di dunia ini. Hukum Ketertarikan?

Daniel Mahendra,
Pemerhati Sesuatu yang Berkelindan. 

Continue Reading »

Pagi yang Sempurna

pagi-yang-sempurna.jpgAda tiga hal utama yang membuatku merasa sebuah pagi terasa sempurna. Sederhana saja: secangkir teh manis, sebungkus rokok, dan koran edisi hari itu. Kalau satu dari tiga hal itu tak terpenuhi, pagiku tetap berjalan seperti biasa, hanya terasa ada yang kurang.

Pagi tanpa secangkir teh manis, praktis aku tidak bisa merokok. Karena aku pantang merokok jika tidak didahului dengan minum terlebih dahulu. Dan pagi tanpa koran, aku bakal terbata-bata menjalani hari. Tsaah! :D

Minggu pagi ini, hari pun kubuka dengan secangkir teh manis Walini diwadahi mug Telkomsel, sebungkus rokok Gudang Garam Signature, lengkap dengan matches merek Pilot, serta setumpuk Kompas edisi Minggu. Pagiku sudah terasa sempurna sekali.

Memang ada hal lain yang cukup memberikan kontribusi dan pengaruh untuk memulai sebuah pagi. Yaitu atmosfir. Tapi atmosfir kukira bisa dibangun. So, bagaimana dengan pagi kalian? Hal apa saja yang membuat sebuah pagi terasa sempurna?

Nah, selamat pagi…!

Daniel Mahendra,
pemerhati pagi ;)
 

Continue Reading »

29 Februari

29.jpgTerasa (bukan tak terasa) sudah 1 bulan usia 2008. Dan hari ini memasuki bulan ke-2 di tahun kabisat. Kabisat? Yup. Karena menurut perhitungan matahari, jumlah hari pada 2008 tidak persis 365 hari, melainkan 365 lebih 5 jam, 48 menit, serta 45,1814 detik. Jika hal ini tidak dihiraukan, maka setiap empat tahun akan kekurangan hampir satu hari.

Untuk mengkompensasi hal ini, setiap empat tahun sekali (tahun yang bisa dibagi empat), diberi satu hari ekstra: 29 Februari. Tetapi karena 5 jam, 48 menit dan 45,1814 detik kurang dari 6 jam, maka tahun-tahun yang bisa dibagi 100 (seperti tahun 1900), bukan tahun kabisat, kecuali bisa dibagi dengan 400 (seperti tahun 2000).

Maka 29 Februari adalah hari ekstra yang ditambahkan pada akhir bulan Februari pada setiap tahun kabisat. 29 Februari adalah juga hari ke-60 di tahun kabisat dalam kalender Gregorian. Tanggal ini memang hanya ada pada tahun-tahun yang angkanya bisa dibagi angka 4 seperti 1992, 1996, atau 2004, kecuali pada tahun-tahun abad atau tahun yang berakhir dengan dua angka nol seperti 1800, 1900, dan 2000. Tahun-tahun abad bukan tahun kabisat kecuali juga bisa dibagi dengan angka 400. Sebagai contoh, tahun 2000 adalah tahun abad namun karena bisa dibagi dengan 400, tahun tersebut adalah tahun kabisat sedangkan tahun 1900 bukan tahun kabisat karena tidak bisa dibagi 400.

Orang-orang yang berulang tahun pada tanggal 29 Februari dapat merayakannya pada 28 Februari atau 1 Maret. Sebuah hukum di Inggris tahun 1256 menghitung tanggal 29 Februari (leap day) dan 28 Februari sebagai satu hari sehingga orang yang lahir di tanggal 29 Februari di Inggris dan Wales secara legal mencapai umur 18 atau 21 pada tanggal 28 Februari.

Nah, 2008 jelas memiliki 29 hari pada bulan Februari. Adakah yang bisa kita lakukan di setiap tanggal itu selama empat tahun sekali? Sehingga pada saat kembali bertemu 29 Februari berikutnya, kita tahu: apa saja yang sudah kita capai selama itu…

Ketika detikcom Beraroma Peuyeum

detik-bandung.jpg

Setelah detikSurabaya, detikcom kini mulai membuka kanal khusus: detikBandung. Secara konsep tentu tak beda jauh dengan detikSurabaya yang lebih dulu diluncurkan sejak 2007 lalu. Namun yang jelas akan berbeda sama sekali dengan detikcom itu sendiri.

Jika dilihat dari konsep sekilas, detikBandung lebih diarahkan pada all about kota Bandung. Ia akan membungkus berita-berita seputar kota Bandung dalam balutan feature. Rubrik-rubrik semacam FO & Distrro, Kuliner, atau Wisata, barangkali akan menjadi andalan.

Yang menarik, rubrik Info Bandung tampaknya bisa dijadikan pegangan bagi wisatawan lokal ketika hendak berkunjung ke kota Bandung, karena memuat daftar tempat belanja, kafe & resto, hotel & penginapan, ATM, sampai rute angkot. Namun untuk news sendiri tetap menggunakan detikcom sebagai acuan utama, meski muatan lokal tetap diusung yang barangkali tak seluruhnya “layak” tayang untuk konsumsi detikcom.

Menurut rencana, detikBandung bakal di-launching secara resmi pada Maret 2008. Maka tak aneh bila pada Rabu 30 Januari 2008, sekitar 80 persen content masih lagi dicomot dari detikcom. Bisalah dikatakan bahwa saat ini detikBandung, yang berkantor di Jalan Lombok No.33 Bandung ini, masih lagi tayang percobaan.

Nah, seperti apa jadinya, kita lihat saja...

Continue Reading »

Paduan Suara Atas Paman Gober

gober-gober.jpg

Seperti kita ketahui, warna serta nada pemberitaan tv-tv dalam hitungan hari sejak 27 Januari 2008 nyaris serupa bak paduan suara. Semua sontak serempak seolah mengelu-elukan sosok Paman Gober yang ditayangkan dalam berbagai kenangan selama ia berkuasa di Negeri Bebek. Bahkan ada beberapa stasiun yang mengharamkan reporter yang turun di lapangan maupun jangkar berita atau news acnhor di studio menyebut Paman Gober hanya dengan sebutan Gober.

Beberapa memang ada yang tetap kritis dalam memandang persoalan Paman Gober. Namun jika disatukan dalam satu alunan nada, tv-tv itu betul sungguh bak paduan suara dalam mengulas berita kematian Paman Gober. Salahkah? Orang boleh punya pendapat. Namun justru di situlah persolannya.

Seorang kawan sempat berkomentar: jasa-jasa Paman Gober terhadap Negeri Bebek kan bukan tidak sedikit. Kita tidak lantas menafikannya hanya karena Paman Gober memiliki status tersangka atas banyak kasus korupsi yang belum selesai. Apalagi mesti diakui, berkat Paman Gober, Negeri Bebek sempat disegani banyak negeri tetangga karena pembangunan yang telah dicapainya. Bahkan pernah menjadi negeri yang swasembada beras.

Continue Reading »

Setelah Kematian Paman Gober

gober-oh-gober.jpg

Sesaat setelah kematian Paman Gober, beberapa kawan mulai bertanya kepadaku: apakah kematian Paman Gober merupakan berita baik? Atau: Menurut Bung, bagaimana riwayat kasus Paman Gober, setelah ia meninggal? Serta merta pertanyaan itu kujawab sambil lalu saja: bisa baik, bisa buruk. Tapi kawan-kawanku itu ingin memastikan jawaban menurut pendapatku. Jadi baiklah, kujawab saja: berita baik. Mengapa? Beginilah argumenku:

Kalau aku melihat dari kondisi kesehatan Paman Gober, setelah sekian minggu di rumah sakit, aku menilai Paman Gober tidak tepat lagi dikatakan masih hidup, namun juga tidak bisa dikatakan sudah mati. Aku membayangkan, Paman Gober pasti menderita sekali. Hidup tidak, mati pun tidak. Dan aku yakin, melihat kenyataan seperti itu, seluruh keluarga bebek pun sangat-sangat pedih dan terpukul. Jadi, ketika keluarga bebek menyerahkan segala keputusan soal kondisi Paman Gober pada tim dokter, dan Tuhan mengambil nyawa Paman Gober, menurutku rasanya itu yang terbaik. Baik bagi Paman Gober, juga baik bagi keluarga bebek. Itu jika kulihat dari segi kondisi kesehatan. Bagaimana dengan status hukumnya? Baik.

Praktis selama 10 tahun terakhir, adakah kemajuan yang signifikan atas kasus Paman Gober? Adalah betul bahwa Paman Gober berstatus tersangka dalam kasus korupsi di beberapa yayasan yang dipegangnya. Namun, adakah kemajuan dalam 10 tahun terakhir ini? Kasus tersebut toh tetap tersandung banyak hal, terutama karena kesehatan Paman Gober sendiri. Selama sepuluh tahun itu pula Paman Gober nyaris menjadi huis arrest (tahanan rumah). Sementara kasusnya masih lagi jalan di tempat. Dengan kondisi seperti itu, dilihat dari segi hukum, apalah artinya jika Paman Gober masih hidup?

Continue Reading »

Next Page »