Archive for the 'Penulisan' Category

Menulis adalah Soal Keberanian, Eh?

Pabila cinta memanggilmu, ikutilah ia walau jalannya terjal berliku-liku. Dan pabila sayapnya merangkummu, pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu (The Prophet, Kahlil Gibran)

Suatu malam, aku ditelpon oleh seseorang. Ia seorang blogger yang sebentar lagi bukunya akan diterbitkan oleh sebuah penerbit Jakarta. Tapi apa yang ia sodorkan pada kalimat pertamanya di telpon membuatku mengernyitkan dahi. Untuk memudahkan, kita sebut saja dia dengan panggilan Zus. Begini kira-kira isi telpon si Zus itu:

“Aku nih sebetulnya sedang ketakutan, Mas.”
“Ketakutan?”
“Ya.”
“Kenapa?”
“Bukuku bentar lagi terbit…”
“Lha? Kenapa ketakutan?”
“Nggak bisa ngebayangin, apa kata orang-orang nanti…”
“Lha, gimana kamu ini. Belum-belum kok malah sibuk dengan apa kata orang nanti.”
“Ya nggak tau, takut aja kalau nanti bukuku dicela orang. Hu-hu-hu. Gimana dong, Mas…”
“He, Zus, dengar ya: menulis itu soal keberanian!”
“Keberanian gimana maksudnya?”

Continue Reading »

Writing Is A Business, Not A Job

Begitu kata Dan Poynter, God Father ribuan buku di US. Benarkah? Apakah menulis bukan lagi sekadar pekerjaan? Memang jamak terbukti bahwa penulis bukan lagi sekadar profesi. Ia telah menjelma menjadi sebuah kekuatan di mana tidak ada bidang di dunia ini yang bisa lepas dari tulis-menulis. Hingga tak aneh bila muncul keterampilan yang disebut business writing.

 

Menulis adalah semacam keterampilan (skill) sehingga tidak semua orang bisa memilikinya tanpa berlatih dan mendalaminya terlebih dahulu. Namun, menulis bukanlah bakat karena setiap orang bisa menguasainyatidak peduli siapa pun Anda, berapa pun usia Anda, dan apa pun latar belakar Anda.

 

Kini tidaklah aneh bila kegiatan menulis bukan lagi sekadar mengarang cerita dan mengirimkannya ke penerbit atau media massa. Perkembangan dunia penerbitan di Indonesia yang makin menjelma sebagai “industri” (kata industri sengaja kupeluk dengan tanda kutip), membuat kegiatan menulis betul-betul membuka kesempatan lebar sebagai bisnis yang menjanjikan. 

Persoalannya adalah: adakah yang betul-betul percaya bahwa kita dapat hidup dari menulis? Kalau pun bisa, dapatkah dijadikan pegangan hidup? Jika pun dapat, bagaimana masa depannya? Meski tak sedikit penulis yang betul-betul setia terhadap profesinya dan sungguh-sungguh bersikeras menggantungkan hidup dari menulis semata. Dan biasanya, karena keras kepalanya itu, mereka memang berhasil serta menjadi penulis besar.

Continue Reading »

5 Hal Paling Penting dalam Menulis Novel

Tulisan ini sejatinya merupakan balasan jawabanku atas comment Pak Suhadi di posting-an Epitaph (44). Awalnya menulis balasan comment seperti biasa. Namun saat menuliskannya, baru menyadari kalau tulisannya jadi begitu panjang. Selain tampak aneh, rasa-rasanya bakal tak sedap untuk dibaca di bagian komentar. Dengan berbagai pertimbangan, tulisan balasan tersebut kujadikan tulisan yang berdiri sendiri saja dan ku-posting menjadi seperti ini.

 

Nah, Pak Suhadi, semoga ini tak mengecewakan.

Sepertinya untuk menulis novel apalagi tetralogi (benar epitaph ini tetralogi ya Mas Daniel?)perlu energi besar ya? Mas Daniel, boleh tidak Mas Daniel beri saya tips, 5 hal yang paling penting harus disiapkan saat akan membuat sebuah novel? Ini kalau Mas Daniel berkenan lho.. He..he… (Bukan PR atau Tugas dari Pak Guru). :D

Pak Suhadi yang baik,

 

Epitaph bukanlah tetralogi, melainkan trilogi. The Epitaph Trilogy atau Trilogi Epitaph namanya. Trilogi Epitaph sendiri terdiri dari 3 bagian: Epitaph, Epigraf, dan Epilog. 

Pak Suhadi, saya belum lagi penulis yang baik. Yang bisa memberikan tips-tips penulisan yang jitu. Jadi soal 5 hal itu, barangkali lebih pada pengalamanku saja. Tidak praktis dapat dijadikan pegangan umum. Nah, beginilah kira-kira jawabanku:

Continue Reading »

Tempat Paling Tepat untuk Menulis

Kalau dulu aku pernah membahas waktu paling tepat untuk menulis, kali kini aku sedang ingin berbincang soal tempat paling tepat untuk menulis. Aha! Tempat untuk menulis. Di manakah itu?

 

Tentu ada macam-macam selera bagi para penulis soal tempat. Ada yang senang di meja kantor, ada yang asyik di pojokan cafe sembari menyeruput kopi hangat, ada yang di kereta api, ada yang di rumah, ada yang sengaja mencari tempat tenang di alam terbuka, ada yang sengaja menyewa vila atau membuka kamar hotel, bahkan ada yang di mana pun itu. Masuk kategori manakah Anda?

 

Menulis memang soal individual. Kegiatan individu seperti halnya saat kita di kamar mandi. Untuk itu dibutuhkan sentuhan pribadi di mana teritorinya tak dapat diganggu gugat oleh sesuatu yang datang dari luar orbit diri si penulis. Bahkan di tempat hiruk pikuk sekalipun, seseorang tetap bisa menulis karena barangkali di situlah proses individual seseorang terasa nyaman. 

Tapi di manakah tempat paling tepat untuk menulis? Dapatkah ditularkan pada orang lain?

Continue Reading »

Skill Menulis, Milik Siapa?

Pagi tadi adikku menemuiku untuk minta tolong dibuatkan tulisan. Kami memang jarang bertemu. Belum tentu seminggu sekali.  Bahkan dalam sebulan belum tentu kami dapat ngobrol santai sembari nonton DVD.

 

“Tulisan?” tanyaku.

“Ya.” rajuknya.

“Tentang?”

“Alasan kenapa memilih profesi Arsitek. Aku jadi ngambil S2 Arsitek.”

“Lho?! Hahaha!! Ya kamu dong yang lebih tau kenapa kamu ngambil Magister Arsitek. Kok aku? Aneh…” ujarku ngakak.

“Aku nggak bisa… Ayolah…”

Continue Reading »

Mengapa Banyak Penulis Melakukan Poligami

Poligami memang sah menurut syariat Islam. Tentu dengan ketentuan-ketentuan yang mengikuti sebagai syarat. Tak terkecuali siapa pun orangnya, apa pun profesinya.

 

Di Indonesia, tidaklah aneh bila menjumpai data bahwa sebagian besar penulis melakukan poligami. Persoalannya bukan pada poligaminya, melainkan mengapa kebanyakan penulis mesti melakukan poligami.

 

Memang ada penulis-penulis yang tetap memegang prinsip monogini. Ia tetap percaya dengan bermonogami, ia tetap bisa eksis sebagai penulis. Tapi penulis yang berpoligami? Ini adalah kenyataan.

Continue Reading »

Bagaimana Penulis Menemukan Jodohnya

Ada banyak beasiswa pendidikan bertebaran di dunia ini. Yang berminat pun tak sedikit. Tapi terkadang tak semua peminat itu bertemu dengan jalur beasiswa yang ditebarkan. Sebagian orang mengatakan: itu jodoh.

 

Ada banyak penerbit di Indonesia yang setiap tahun menerbitkan puluhan hingga ratusan judul buku. Yang berminat menjadi penulis pun tak sedikit. Namun terkadang dari yang tak sedikit itu tak semua berjumpa pada titik temu.

 

Tak sedikit penulis yang mengirimkan naskahnya ke berbagai penerbit. Menunggu kemungkinan, masuk tahap seleksi naskah, serta menunggu jawaban. Kalau layak terbit, masih perlu masuk waiting list jadwal terbit.

Continue Reading »

Next Page »