Daniel Mahendra atau DM lahir di sebuah desa kecil di propinsi Jawa Tengah pada Jum’at Pahing, hari pertama di bulan kedelapan dalam tarikh Masehi.

Pernah bekerja sebagai wartawan di berbagai media (koran, majalah, serta tabloid), juga pernah bekerja sebagai editor di beberapa penerbit.

Tulisannya dimuat beberapa media seperti Horison, Kompas, Republika, Surabaya Post, Tempo, Pikiran Rakyat, Galamedia, Radar Bandung, Radar Jember, Hai, Ninetyniners, Potensi, Matabaca, dll.

Bukunya yang telah terbit meliputi kumpulan cerpen, kumpulan puisi, kumpulan esai, biografi, self-improvement, how to, novel, dll.

Pada tahun 2001 mendirikan Penerbit Malka. Tahun 2003 mendirikan Pramoedya Institute. Tahun 2004 mendirikan Toko Buku Malka serta Distributor Buku Malka. Tahun 2005 membuka Perpustakaan Malka serta Kelas Penulisan Malka.

Saat ini DM mengelola Dixigraf-Professional Publishing Service, sebuah jasa penerbitan profesional dengan jaringan nasional yang meliputi pro writing, pro editing, pro designing, dan pro illustration making, baik untuk penerbit, perusahaan, instansi pemerintah, maupun kebutuhan pribadi.

Sampai dengan hari ini masih sangat kecanduan menganyam kata serta menenun kalimat dari pagi hingga pagi. Itulah mengapa, tak jarang ia masih lagi harus bertanya pada kawannya secara berbisik apa arti dari kata ‘tidur’.

“Kata kerjakah?” tanyanya betul-betul tak tahu. Yang hanya dijawab oleh si kawan dengan geleng-geleng kepala sembari memandang menyelidik serta mengernyitkan dahi.

Hingga tak aneh bila ia kerap datang ke kantor selalu dengan pertanyaan yang sama: “Eh, hari apa ini?”

Saat ini DM tinggal di Bandung, namun berencana tak akan menghabiskan sisa hidupnya di kota itu.